Bahasa Indonesia Mejeng di Masjid Nabawi, Jemaah: Berasa di Kampung Halaman
Papan LED ucapan selamat datang di Masjid Nabawi menggunakan Bahasa Indonesia.-MCH-
MADINAH, DISWAY.ID– Suasana khidmat di Masjid Nabawi, Madinah, kini terasa kian akrab bagi para jemaah asal Tanah Air.
Tak sekadar sambutan hangat dari para petugas, namun deretan petunjuk visual di kompleks masjid tersuci kedua bagi umat Islam tersebut telah banyak yang menggunakan bahasa Indonesia.
Pantauan di lokasi, layar LED berukuran panjang yang membentang di pelataran Masjid Nabawi secara bergantian menampilkan ucapan selamat datang dalam berbagai bahasa dunia.
BACA JUGA:Dirjen PEE Kemenhaj Apresiasi Layanan PPIH di Bir Ali: Diperhatikan Negara Lain
Di antara deretan aksara tersebut, terselip kalimat berbahasa Indonesia yang menyapa ramah setiap jemaah yang melintas.
Tak hanya di layar LED, penggunaan bahasa Indonesia juga merambah ke berbagai papan informasi strategis.
Mulai dari papan petunjuk arah pintu masuk masjid, navigasi menuju tempat wudhu, tempat makam Rasulullah, hingga scan barcode buku digital yang terpasang di area masjid.
Bahkan menariknya, salah satu halaqah di dalam masjid tersebut, penceramahnya dari Riau yang menggunakan Bahasa Indonesia. Ustadz DR Ariful Bahri, setiap bakda Magrib mengisi ceramah di area Pintu 19.
Fenomena ini memberikan kesan mendalam bagi para tamu Allah. Ucu Sulastri, jemaah asal Bogor, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat bahasanya sendiri bersanding dengan bahasa internasional lainnya di tanah suci.
BACA JUGA:Distribusi Konsumsi Jemaah Haji Indonesia Capai 2,78 Juta Box, Menu Nusantara Jadi Andalan
"Masya Allah, waduh sudah seperti jadi kampung halaman sendiri, seperti negeri sendiri. Kita betul-betul merasa dihargai. Bahasa Indonesia ternyata sudah mendunia," ujar Ucu dengan mata berbinar.
Bagi Ucu, kehadiran bahasa ibu di Madinah bukan sekadar alat bantu komunikasi, melainkan suntikan semangat spiritual. "Alhamdulillah, energi Madinah ini luar biasa," imbuhnya sumringah.
Kesan serupa dirasakan oleh Hendika yang tengah menjalankan ibadah bersama sang istri, Faridha Cythiya.
Ia bahkan mengaku terkejut karena tak hanya bahasa nasional yang ia temui, namun juga bahasa daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: