Museum Biografi Nabi di Madinah Jadi Magnet Jemaah Haji Indonesia
Ustadz Muhammad Adz Dzahabie, pemandu museum menjelaskan kepada jemaah-MCH-
MADINAH, DISWAY.ID-- Di tengah hiruk-pikuk jemaah haji dari berbagai negara, Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam atau dikenal sebagai Museum Anwar Wa Atar menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi di dekat Masjid Nabawi.
Terletak strategis antara Pintu 305 dan 307 Masjid Nabawi, museum ini menyajikan rekonstruksi kehidupan Rasulullah SAW dengan teknologi modern yang canggih, seperti visualisasi tiga dimensi, panorama, magic box, hingga virtual reality (VR).
BACA JUGA:Gelombang Satu Jemaah Haji Indonesia di Madinah Rampung, Petugas Bergeser ke Jeddah
Siang itu, Ustadz Muhammad Adz Dzahabie, pemandu museum asal Denpasar, Bali, yang telah bermukim di Arab Saudi selama sepuluh tahun, memandu pengunjung dengan penjelasan yang runtut dan penuh kekhusyukan.
“Di sini jemaah akan dibawa ke masa bagaimana Masjid Nabawi di masa Rasul serta kamar rumah Rasulullah SAW,” ujar Adz Dzahabie, dikutip Jumat (8/5).
Museum ini terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama menyajikan biografi lengkap Nabi Muhammad SAW, mulai dari keluarga, ciri fisik, pakaian, perabot rumah tangga, hingga obat-obatan alami yang beliau gunakan.
Bagian kedua menghadirkan suasana Kota Madinah pada zaman Rasulullah melalui maket besar dan visualisasi detail.
BACA JUGA:Itjen Kemenhaj Tinjau Layanan Haji di Madinah, Apresiasi Tinggi Konsumsi Jemaah
Salah satu ruangan yang paling menyentuh pengunjung adalah rekonstruksi kamar Rasulullah SAW yang sangat sederhana, lengkap dengan tikar, kendi air, dan tempat tidur anyaman.
Dengan teknologi VR, pengunjung seolah-olah masuk ke dalam ruangan tersebut.
Museum ini juga menampilkan kisah mimbar Rasulullah hingga peristiwa hijrah dan perang-perang penting secara edukatif.
Semua konten didasarkan pada Al-Qur’an, hadis, dan kajian ulama yang telah diverifikasi selama lebih dari 20 tahun.
Bagi jemaah Indonesia, museum ini sangat ramah karena menyediakan pemandu berbahasa Indonesia. Terdapat tujuh bahasa pelayanan yaitu Arab, Inggris, Indonesia, Urdu, Turki, Rusia, dan Prancis.
BACA JUGA:Pergeseran Jemaah Haji Sektor 1 Madinah ke Makkah Masih Berlangsung, Mulai Jam 03.00 Dini Hari
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: