Gaji Numpang Lewat, Gen Z Makin Lelah, Kesehatan Mental Jadi Taruhan

Selasa 19-05-2026,13:24 WIB
Gaji Numpang Lewat, Gen Z Makin Lelah, Kesehatan Mental Jadi Taruhan

6 Di tengah tuntutan untuk terus produktif dan selalu terlihat baik-baik saja, banyak Gen Z mulai menyadari bahwa kelelahan yang mereka rasakan bukan lagi sekadar capek biasa.-jcomp-freepik.com

Ketiga, banyak Gen Z bekerja di sektor informal dan gig economy. Data BPS menyebutkan pekerja informal masih sangat besar di Indonesia. 

Banyak Gen Z bekerja sebagai freelancer, ojek online, content creator, admin online shop, atau kontrak tanpa jenjang karier jelas. Pendapatan sektor ini sering tidak stabil.

Musni menilai ketimpangan ekonomi ikut memperbesar tekanan psikologis generasi muda. Media sosial, kata dia, sering menciptakan ilusi bahwa semua orang bisa sukses dan kaya, padahal banyak Gen Z sebenarnya hidup “gaji lewat doang”. 

Ini membuat tekanan psikologis meningkat.


ilustrasi kesehatan mental-pixabay-Pixabay.com

BACA JUGA:Dari Kampus ke Gerakan Ekonomi: Saatnya Gen Z Naik Kelas Lewat Koperasi

Di kalangan Gen Z dan masyarakat pada umumnya khusus Ibu-ibu rumah tangga menunjukkan keresahan serupa. Ekonomi terlihat tumbuh, tetapi banyak Gen Z dan masyarakat merasa kesejahteraan tidak ikut naik karena harga kebutuhan meningkat dan gaji stagnan.

Karena itu, tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut  menciptakan pekerjaan produktif, menaikkan upah riil, memperkuat kelas menengah dari kalangan Gen Z, dan membuka mobilitas sosial yang lebih adil.

Kalau tidak, pertumbuhan ekonomi hanya terasa hebat di statistik, tetapi tidak terasa di dompet Gen Z.

Tekanan yang dirasakan Gen Z tidak hanya datang dari persoalan pekerjaan dan ekonomi. 

Di saat yang sama, generasi muda juga hidup di tengah ruang digital yang nyaris tak pernah berhenti bergerak. 

BACA JUGA:Saat Gen Z Tak Lagi Mau Bertahan di Kantor Toxic, Satset Resign demi Tetap Waras

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ menilai generasi Z menghadapi tekanan emosional yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. 

Kedekatan yang banyak dibangun lewat media sosial dinilai membuat hubungan terasa cepat terjalin, tetapi belum tentu menghadirkan kedalaman emosional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: