Harkitnas 2026, UIN Tegaskan Komitmen Jadikan Indonesia Role Model Islam Moderat
Prof. Asep menegaskan bahwa kebangkitan nasional hari ini harus dimulai dari revolusi pendidikan yang berorientasi masa depan. -Istimewa-
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan potensi besar Indonesia menjadi pusat rujukan Islam moderat dunia yang kompatibel dengan demokrasi, modernitas, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
BACA JUGA:Prabowo: Selama 34 Tahun Rp 15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Meski demikian, Prof. Asep mengingatkan bahwa tantangan pendidikan tinggi Indonesia masih besar, terutama pada aspek kualitas riset, hilirisasi inovasi, penguasaan teknologi, dan daya saing global secara menyeluruh.
Selain pendidikan, ia juga menegaskan pentingnya membangun kemandirian nasional melalui penguatan industri nasional, hilirisasi sumber daya alam, penguatan ekonomi rakyat, dan pembangunan riset nasional yang mandiri.
“Bangsa yang gagal menguasai teknologi akan menjadi pasar bagi negara lain. Sebaliknya, bangsa yang mampu mengembangkan teknologi akan menjadi pemain utama dalam percaturan global,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kebangkitan nasional juga harus ditopang oleh solidaritas sosial, persatuan kebangsaan, serta etika publik yang kuat di tengah tantangan polarisasi politik, banjir informasi digital, dan meningkatnya individualisme sosial.
BACA JUGA:Seragam Hijau dan Coklat Kena Sentil Prabowo saat Minta Menteri Tertibkan Bekingan Birokrat
Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila bangsa ini terpecah oleh intoleransi, korupsi, ketimpangan sosial, dan rendahnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk menunjukkan bahwa agama dapat berjalan seiring dengan demokrasi, moderasi, ilmu pengetahuan, dan kemajuan peradaban.
Karena itu, kampus Islam, pesantren, dan PTKIN diharapkan tampil sebagai pusat lahirnya generasi Muslim Indonesia yang moderat, unggul, terbuka, dan berorientasi global.
“Harkitnas 2026 harus menjadi momentum penyadaran bahwa kebangkitan nasional bukan proyek sesaat, melainkan proses panjang membangun peradaban bangsa berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, solidaritas sosial, dan kemandirian nasional,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: