Bawa Angin Segar, Purbaya Sebut Danantara DSI Bisa Dongkrak IHSG

Kamis 21-05-2026,19:55 WIB
Bawa Angin Segar, Purbaya Sebut Danantara DSI Bisa Dongkrak IHSG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kehadiran badan baru tersebut berpotensi mendongkrak kinerja emiten berbasis komoditas hingga membawa angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).--Anisha Aprilia

JAKARTA, DISWAY.ID - Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) diyakini menjadi katalis positif bagi pasar modal Tanah Air.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kehadiran badan baru tersebut berpotensi mendongkrak kinerja emiten berbasis komoditas hingga membawa angin segar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Purbaya, pembentukan Danantara DSI akan memperkuat transparansi dan tata kelola ekspor sumber daya alam, sehingga keuntungan perusahaan yang selama ini dinilai kurang terefleksi secara optimal dapat meningkat signifikan di pasar saham.

Ia menilai pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

BACA JUGA:Purbaya Yakin Danantara DSI Bisa Cegah Kerugian Negara dari Ekspor

Purbaya menjelaskan, pembentukan DSI diharapkan mampu memperbaiki tata kelola ekspor komoditas nasional.

Bendahara Negara itu pun menilai langkah tersebut menjadi momentum positif bagi investor di pasar modal Indonesia.

"Jadi ini berita positif untuk perusahaan yang di bursa. Jadi profitnya akan gelembung jadi kalau saya bilang it's time to buy siap-siap serok aja," himbau dalam konferensi pers Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027, di gedung Bamus, DPR/MPR, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA:IHSG Masih Berdarah Meski BUMN Khusus Ekspor Dibentuk, Ini Kata Purbaya

Ia menjelaskan, DSI dibentuk untuk mengawasi tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) itu diyakini mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan-perusahaan berbasis komoditas yang tercatat di bursa.

"Potensi ke perusahaan Indonesia yang listed di bursa justru akan positif. Karena yang tadi profitnya diambil sama pemegang saham utamanya mungkin pemain di luar negeri," ujarnya.

Sekarang, lanjut Dia, akan terefleksi secara fair di pemegang mereka. 

BACA JUGA:Defisit APBN Susut ke 0,64 Persen, Purbaya: Kalau Pakai Hitungan Analis, Gue Udah Nari-Nari

"Kalau enggak salah, profitability-nya harus dobel paling enggak," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: