Burhanuddin Abdullah Temui Prabowo, Bandingkan Kondisi Rupiah Saat Ini dengan Tahun 2005
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jumat 22 Mei 2026.--Anisha Aprilia
“Itu masih positif dampaknya karena inflasi diperkirakan 17 persen, sehingga suku bunga dengan 12,5 persen saja masih negatif,” ujarnya.
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Daihatsu Belum Naikkan Harga Mobil
Burhanuddin mengatakan respons pasar terhadap kebijakan tersebut cukup baik. Rupiah perlahan kembali stabil dan inflasi dapat ditekan hingga kembali ke level sebelum krisis kenaikan BBM.
“Setelah tahu bahwa direspons positif, turun pelan-pelan, rupiah stabil, turun pelan-pelan, akhirnya tahun 2006 inflasi kita kembali ke tahun 2004,” jelasnya.
Ia menambahkan, inflasi yang sempat melonjak menjadi 17 persen pada 2005 akhirnya kembali ke kisaran 6 persen pada 2006.
"Jadi dia setelah tahu bahwa direspon positif, turun pelan-pelan, rupiah stabil, turun pelan-pelan, akhirnya tahun 2006 inflasi kita kembali ke tahun 2004. Dari 6% ke 6% lagi setelah tahun 2005-nya 17% karena kasus kenaikan harga BBM yang tinggi sekali," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: