Dolar AS Tembus di Angka Rp18.000, Bank Indonesia Perkuat Intervensi Pasar
Bank Indonesia akan memperkuat intervensi pasar pasca melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat di angka Rp18.000-Disway.id/Bianca Khairunnisa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Setelah kian melemah dalam kurun waktu beberapa hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) per Kamis, 4 Juni 2026 telah resmi menyentuh kisaran angka Rp 18.000.
Dilansir dari data Google Finance, angka dolar AS terhadap mata uang Rupiah kini sudah kembali meningkat sekitar 0,76 persen hingga ke kisaran Rp 18.001.
BACA JUGA:4 Ancaman yang Harus Diwaspadai Kelompok Menengah Bawah Usai Dolar Tebus Rp18.000 Hari ini
Dalam menghadapi kabar pelemahan kembali nilai tukar Rupiah ini, Bank Indonesia (BI) turut menyatakan bahwa pihaknya memandang bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Bank Indonesia terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki, untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.
Salah satunya adalah dengan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan.
"Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar," ujar Ramdan dalam pesan singkat yang diberikan kepada Disway, Kamis, 4 Juni 2026.
Melanjutkan, Ramdan juga menambahkan bahwa Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.
"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegas Ramdan.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar Rupiah ini telah menjadi faktor utama dibalik pelemahan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
BACA JUGA:Rupiah Anjlok ke Rp17.902 dari Dolar AS, BI Bongkar Penyebab Utamanya
Menurut hasil analisis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, pelemahan nilai tukar Rupiah menjadi alasan utama dibalik sentimen negatif pasar modal.
"Sentimen negatif disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menyentuh level Rp 17.900 per dolar AS dan," jelas Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, kepada Disway, pada Kamis (04/06).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: