IGCN Annual Members Gathering 2026: Kolaborasi Kampus, Industri, dan PBB untuk Percepat SDGs

Jumat 05-06-2026,03:35 WIB
IGCN Annual Members Gathering 2026: Kolaborasi Kampus, Industri, dan PBB untuk Percepat SDGs

UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) menggelar IGCN Annual Members Gathering 2026 di Ballroom Yustinus, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Selatan, pada 2 Juni 2026.--istimewa

Selain itu terkait isu iklim (climate), pertumbuhan ekonomi (economic growth), konsumsi berkelanjutan (sustainable consumption), pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan inovasi, IGCN berfokus pada upaya untuk memenuhi prioritas-prioritas tersebut serta mendorong implementasi berbagai alat, program, dan kolaborasi yang relevan.

BACA JUGA:APTISI–SURGE Perkuat Digitalisasi Kampus, Target APK 40 Persen 2029

Dalam pelaksanaannya, IGCN mengembangkan berbagai inisiatif yang saling terorkestrasi, termasuk proyek kelautan dan budidaya rumput laut (seaweed project) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi biru (blue economy).

Selain itu, IGCN juga menjalankan program yang berfokus pada rantai pasok berkelanjutan (sustainable supply chain) dan pengembangan sumber daya manusia melalui KUPUKU dan IGCN Academy.

Sebagai institusi yang berperan dalam peningkatan kapasitas (capacity building), IGCN menempatkan penguatan kapasitas sebagai inisiatif utama untuk mendukung sektor swasta dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) secara lebih efektif dan berkelanjutan."

Sementara itu, Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator di Indonesia, menegaskan dalam kegiatan ini kita menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan dapat menjadi faktor yang meningkatkan daya saing investasi.

"Keberlanjutan tidak lagi sekadar aspek kepatuhan, melainkan elemen strategis yang mempengaruhi keputusan investasi, penciptaan nilai jangka panjang, serta tata kelola perusahaan. Masa depan yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh pilihan dan keputusan yang diambil saat ini oleh para pemimpin, pelaku bisnis, investor, dan pembuat kebijakan," ujarnya. 

PBB bekerja sama erat dengan IGCN untuk mendorong keterlibatan sektor swasta domestik di berbagai wilayah dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik bisnis dan rantai pasok.

BACA JUGA:Pendaftaran Seleksi Mandiri Untirta 2026 Masih Dibuka, Kampus Penerima KIP Kuliah Terbanyak Jalur SNBT 2026

Seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan, aspek ini kini menjadi pertimbangan penting dalam penilaian investor dan lembaga pemeringkat internasional.

Oleh karena itu, penerapan keberlanjutan yang kuat tidak hanya dapat meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan (corporate governance) di tingkat nasional maupun global."

Dari sektor akademik, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Rector, UNIKA Atma Jaya sekaligus IGCN Board of Advisor, menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Atma Jaya dalam mendorong inovasi dan dampak bagi masyarakat.

"Kami meyakini bahwa tantangan keberlanjutan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Melalui kerja sama tersebut, gagasan dapat diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan generasi mendatang," katanya. 

BACA JUGA:Mahasiswi Psikologi Esa Unggul Raih Prestasi Internasional Lewat Inovasi Berbasis SDGs

Pada kesempatan yang sama, Secretary General & Acting Executive Director IGCN, Andi P. Rahim, menyampaikan pencapaian IGCN sepanjang tahun 2025 ini berjalan tidak dengan sendirinya, tapi karena dukungan para anggota yang memberikan kepercayaannya terhadap kami.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait