Catatan Amirul Hajj Unsur Perempuan: Layanan Haji Baik, Toilet Perempuan di Armuzna Perlu Ditambah
Sekretaris Amirul Hajj yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana-MCH-
MADINAH, DISWAY.ID-- Sekretaris Amirul Hajj yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menilai pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia perempuan secara keseluruhan sudah sangat baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Ilfi Nur Diana usai berdiskusi dengan para jemaah perempuan sebelum, selama, dan pasca puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, serta Mina (Armuzna).
“Mereka merasa sangat terlayani dengan baik, seperti bukan haji reguler,” ujar Ilfi Nur Diana kepada Media Center Haji di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Jumat (5/6/2026).
BACA JUGA:Dua Jemaah Haji Kehilangan Paspor, PPIH dan KJRI Gerak Cepat Terbitkan SPLP
Meski demikian, Ilfi Nur Diana menyampaikan beberapa catatan penting, terutama fasilitas toilet bagi jemaah perempuan selama di Armuzna.
“Ketika di Armuzna, perempuan merasa antrean terlalu panjang untuk kebutuhan toilet. Jadi disini yang nanti menjadi perbaikan adalah bagaimana kita negosiasi kepada pemerintah Saudi bahwasanya kebutuhan toilet untuk perempuan itu perlu ditambahkan,” katanya.
Menurutnya, penambahan toilet sangat diperlukan karena jumlah jemaah haji perempuan Indonesia tahun ini lebih banyak 5,8 persen dibandingkan jemaah laki-laki, atau sekitar 11 ribu orang lebih dari total lebih dari 202 ribu jemaah.
“Jemaah haji Indonesia perempuan untuk tahun ini saja itu lebih banyak 5,8 persen dari 202 ribu lebih itu sudah 11 ribu sekian. Kalau toiletnya sama dengan laki-laki maka antrian di perempuan itu akan lebih panjang,” jelasnya.
Ilfi Nur Diana menambahkan, meskipun jumlah jemaah pria dan perempuan relatif sama, kebutuhan toilet perempuan harus lebih banyak karena faktor kesehatan reproduksi.
BACA JUGA:Wamenhaj Saudi Sambangi Kemenhaj RI Daker Makkah, Tawarkan Tanazul hingga 50 Persen
“Kemudian jemaah (perempuan-red) juga banyak mayoritas itu usia-usia produktif. Tentu saja ini juga mempunyai masalah dengan haid, istihadhah dan seterusnya. Perempuan membutuhkan waktu lebih banyak di toilet ataupun air yang juga lebih banyak,” tandasnya.
Catatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan negosiasi pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi guna meningkatkan kenyamanan jemaah perempuan pada penyelenggaraan haji mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: