Ahli Ungkap Terobosan Diagnostik Kanker, Kini Lebih Akurat dan Pengobatan Makin Tepat Sasaran

Sabtu 06-06-2026,05:19 WIB
Ahli Ungkap Terobosan Diagnostik Kanker, Kini Lebih Akurat dan Pengobatan Makin Tepat Sasaran

[Ki-ka] - dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM pada Konf--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Perkembangan teknologi kesehatan menghadirkan terobosan baru dalam penanganan kanker.

Para ahli mengungkapkan, pemanfaatan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) memungkinkan proses diagnostik kanker dilakukan dengan lebih akurat dan komprehensif, sehingga dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik penyakit masing-masing pasien.

Teknologi NGS kini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan diagnostik presisi kanker di Indonesia melalui kolaborasi antara AstraZeneca Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Melalui pemeriksaan biomarker genomik yang lebih mendalam, teknologi ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan klinis yang lebih personal dan berbasis bukti bagi pasien kanker payudara, kanker paru, serta Leukemia Limfositik Kronis (Chronic Lymphocytic Leukemia/CLL).

BACA JUGA:Ancaman Kanker Kolorektal, Indonesia Butuh Strategi Nasional

Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia. Terdapat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan kanker payudara dan kanker paru sebagai dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan.

Tingginya beban penyakit ini menunjukkan bahwa tantangan penanganan kanker tidak hanya terletak pada jumlah kasus, tetapi juga pada kompleksitas biologis penyakit yang dapat berbeda pada setiap pasien.

Pada kanker payudara, variasi profil molekuler sering kali belum sepenuhnya teridentifikasi secara cepat dan tepat.

BACA JUGA:Tak Hanya Leukemia, Ini 5 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Menurut Ahli

Sementara itu, pada kanker paru, tantangan penanganan menjadi semakin kompleks karena diagnosis sering kali dilakukan pada stadium lanjut, disertai keterbatasan informasi molekuler yang dibutuhkan untuk mendukung keputusan terapi yang optimal.

Dalam konteks tersebut, precision diagnostic menjadi semakin penting untuk memahami profil molekuler kanker secara lebih mendalam, sehingga pasien dapat diarahkan pada pilihan terapi yang lebih tepat sasaran, personal, dan berbasis bukti.

“Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis sains, AstraZeneca memiliki komitmen kuat di bidang Onkologi untuk mendukung ambisi mengeliminasi kanker sebagai penyebab utama kematian. Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui terapi inovatif, tetapi juga melalui penguatan ekosistem diagnostik yang dapat membantu pasien memperoleh terapi yang tepat sesuai karakteristik penyakitnya. Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan pemanfaatan teknologi NGS sebagai precision diagnostic tool, kami berharap dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia,” ujar Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia.

BACA JUGA:11 Pakar Kanker Dunia Kumpul di Jakarta, Terapi Presisi Jadi Harapan Baru Pasien

Kolaborasi AstraZeneca dan Rumah Sakit Kanker Dharmais berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat alur diagnostik kanker agar dokter dapat memperoleh informasi biomarker yang lebih jelas sejak awal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait