Ramai Dibahas, Apa Itu Gelembung AI yang Dikhawatirkan Dunia?

Selasa 09-06-2026,03:01 WIB
Ramai Dibahas, Apa Itu Gelembung AI yang Dikhawatirkan Dunia?

St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) merupakan salah satu forum ekonomi tahunan utama di Rusia yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, akademisi, dan tokoh publik untuk membahas isu-isu strategis dalam ekonomi global.--istimewa

Temuan IBM pada 2025 juga menunjukkan bahwa meski 93% pelaku bisnis Indonesia percaya diri dalam menerapkan AI dan 85% melaporkan manfaat operasional, tantangan infrastruktur, keamanan siber, tata kelola etika, dan talenta masih menjadi pekerjaan rumah utama.

BACA JUGA:PLN Perluas Penggunaan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

Menurut Sechin, dunia kini memasuki fase pertumbuhan struktural dalam konsumsi listrik.

Pusat data saat ini telah mengonsumsi sekitar 500 TWh listrik per tahun, dan pada 2035 angka tersebut dapat meningkat menjadi 1.200 TWh, atau setara dengan tingkat konsumsi listrik Rusia saat ini.

Di Indonesia, keterkaitan antara digitalisasi dan kebutuhan listrik juga mulai semakin terlihat.

RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW, dengan komposisi 42,6 GW energi baru terbarukan, 10,3 GW sistem penyimpanan energi, dan 16,6 GW pembangkit berbasis fosil.

BACA JUGA:PLN Perluas Penggunaan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

Rencana ini menunjukkan bahwa peningkatan permintaan listrik, termasuk dari sektor industri dan infrastruktur digital, perlu diimbangi dengan investasi energi yang memadai, modernisasi jaringan, serta perencanaan transisi energi yang tetap memperhatikan keamanan pasokan.

Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan bukan hanya talenta, regulasi, dan infrastruktur konektivitas, tetapi juga sistem energi yang cukup kuat untuk menopang peningkatan konsumsi listrik dari teknologi-teknologi baru.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: