Perangi Konten Negatif, Menkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat
Meutya juga menyoroti bahaya penyebaran hoaks yang kini semakin kompleks dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).-Istimewa-
Menurut Meutya, anak-anak muda sebagai kelompok pengguna internet terbesar harus menyadari berbagai risiko yang mengintai apabila teknologi digital tidak digunakan secara bijak.
Bahaya Hoaks di Era Digital
Dalam kesempatan itu, Meutya Hafid juga meluruskan informasi yang beredar terkait gangguan layanan Instagram yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) malam.
BACA JUGA:Tokoh Nasional Serukan Perkara Hotel Sultan Diselesaikan Secara Komprehensif
Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan akibat tindakan pemerintah Indonesia.
“Jadi tidak betul, kemarin itu Instagram ditutup. Karena itu terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Ada orang yang memang sengaja mengangkat isu itu dan berharap bisa membodohi masyarakat. Jangan mau dibodohi teman-teman. Anda generasi mahasiswa ini jauh lebih cerdas dari mereka,” tegas dia.
Ia menjelaskan, gangguan layanan Instagram juga terjadi di sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan kawasan ASEAN. Namun, situasi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Selain itu, Meutya meminta masyarakat tidak mudah mempercayai narasi yang sengaja dibangun untuk memicu kebencian, termasuk tudingan bahwa media massa tidak memberitakan aksi mahasiswa.
Menurut dia, banyak jurnalis yang telah melakukan peliputan secara profesional dan hasil liputannya ditayangkan tanpa pembatasan.
Meutya juga menyoroti bahaya penyebaran hoaks yang kini semakin kompleks dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Yang paling berbahaya itu memang adalah hoaks, apalagi digabung dengan artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Karena kita jadi sulit membedakan mana yang asli, mana yang palsu,” kata Menkomdigi.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama konten yang memancing emosi.
“Kalau terlalu memancing emosi, ini salah satu karakter hoaks. Tenangkan diri dulu, cari sumber-sumber lainnya,” lanjut Meutya.
BACA JUGA:Polemik Kenaikan Harga BBM Pertamax, Ekonom Sebut Bisa Picu Tekanan Fiskal dan Inflasi Tersembunyi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: