Rupiah Menguat Imbas Perjanjian Damai Iran-AS
Rupiah ditutup menguat 151 poin ke level Rp 17.708 per USD di tengah kabar perundingan damai Amerika Serikat dan Iran, Senin, 15 Juni 2026-istockphoto-
JAKARTA, DISWAY.ID - Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jadi angin segar bagi perekonomian Indonesia.
Dalam penutupan bursa, Rupiah ditutup menguat 151 poin ke level Rp 17.708 per USD di tengah kabar perundingan damai Amerika Serikat dan Iran, Senin, 15 Juni 2026.
Hal ini merupakan efek membaiknya sentimen global di tengah rencana kesepakatan awal perdamaian antara AS dan Iran. Sentimen ink berpotensi mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah sehingga berdampak baik bagi Indonesia.
Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, kondisi rupiah yang menguat 151 poin ke level Rp 17.708 per USD merupakan starr yang baik dari rencana perdamaian Amerika Serikat dan Iran. Tanda-tanda menguatnya rupiah juga telah tampak saat ditutup 185 poin dalam perdagangan intraday.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat tajam 151 point sebelumnya sempat menguat 185 point dilevel Rp 17.708 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.860," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin.
Ibrahim menambahkan, penguatan rupiah sangat dipengaruhi oleh perkembangan positif terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang rencana akan meneken perjanjian damai pekan ini.
BACA JUGA:Massa Aksi Mahasiswa Mulai Bergerak, Arus Lalin di Benhil Melambat
Tak hanya Indonesia, lanjut Ibrahim, kabar perdamaian AS dan Iran juga menjadi angin segar bagi perekonomian di Eropa dan Australia.
"Bank sentral seperti Reserve Bank of Australia (RBA) dan European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 75 dan 25 basis poin selama tahun ini. Namun, penyelesaian konflik yang cepat mungkin mencegah bank sentral lain, seperti Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Bank of England (BoE), dan Federal Reserve (Fed), untuk memperketat kebijakan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump serta Wakil Menteri Luar Negeri Iran disebut telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan kembali membuka jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Aksi Trump itu turut membawa angin segar bagi pelaku pasar lantaran Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Saat akses pelayaran vital itu dibuka, otomatis bakal meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.
Selain itu, Perdana Menteri Pakistan yang berperan sebagai mediator mengungkapkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada Jumat mendatang.
Adapun Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka "bebas biaya" dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan berakhir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: