Cashless Lebih Hemat atau Boros? Waspada Jebakan Gaji Numpang Lewat!
OVO menggelar OVOFinTalk, sesi diskusi dan workshop finansial bertema “Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital”, berkolaborasi dengan Finansialku.--OVO
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan pengguna adalah meninjau kembali riwayat transaksinya secara berkala.
Melalui fitur riwayat transaksi di OVO, pengguna dapat melihat kembali ke mana uang mereka digunakan, memahami kategori pengeluaran yang paling sering muncul, serta mengevaluasi kebiasaan finansial mereka secara lebih objektif.
Melvin juga menyoroti fenomena “gaji numpang lewat” yang kerap terjadi pada era cashless.
Pengeluaran kecil yang dilakukan secara impulsif sering kali terasa ringan saat dilakukan, tetapi menjadi signifikan ketika terakumulasi dalam satu bulan.
Karena itu, evaluasi pengeluaran secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan finansial.
BACA JUGA:Ada-Ada Aja! Hotman Paris Bukan Tim Cashless, Dompetnya Selalu Siap Uang Tunai Rp80 Juta
Literasi keuangan juga mencakup pemahaman mengenai keamanan transaksi digital.
Selain mengajak pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan, OVO juga terus memperkuat sistem perlindungan berlapis.
Perlindungan tersebut mencakup autentikasi melalui PIN, OTP, dan biometrik, Fraud Detection System (FDS) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta AI Protection Layer yang membantu mengidentifikasi berbagai pola fraud dan tren social engineering yang terus berkembang.
Di sisi lain, menabung secara konsisten juga menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan yang sehat.
BACA JUGA:BNI Ajak Anak Muda Melek Finansial Digital lewat Festival Cashless di Melodia 2026
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, OVO menghadirkan OVO Nabung by Superbank, konsep rek-wallet (rekening e-wallet) yang memungkinkan pengguna bertransaksi dan menabung sekaligus memperoleh bunga dalam satu aplikasi. Hingga Mei 2026, layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 2,3 juta pengguna.
Antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak pengguna yang mulai memanfaatkan layanan digital tidak hanya untuk bertransaksi, tetapi juga untuk mengelola dana secara lebih produktif.
Pengguna tetap fleksibel dalam menggunakan saldonya untuk transaksi harian, sekaligus menikmati manfaat tabungan seperti potensi bunga hingga 5% per tahun, bebas biaya top-up, serta akses ekstra ke berbagai promo dan cashback.
BACA JUGA:Budaya Cashless Marak di Indonesia Bikin Penggunaan Uang Tunai yang Terus Menurun
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: