Cashless Lebih Hemat atau Boros? Waspada Jebakan Gaji Numpang Lewat!

Sabtu 20-06-2026,16:36 WIB
Cashless Lebih Hemat atau Boros? Waspada Jebakan Gaji Numpang Lewat!

OVO menggelar OVOFinTalk, sesi diskusi dan workshop finansial bertema “Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital”, berkolaborasi dengan Finansialku.--OVO

JAKARTA, DISWAY.ID - Pembayaran digital kini semakin terintegrasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat.

Mulai dari membeli makanan dan minuman (F&B), membayar transportasi, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga memenuhi kebutuhan digital seperti paket data dan layanan hiburan, transaksi non-tunai telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak pengguna.

Data OVO menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan pembayaran digital dalam lima tahun terakhir.

Dalam periode tersebut, total transaksi OVO meningkat sebesar 77% dibandingkan 2021.

BACA JUGA:BNI Ajak Anak Muda Melek Finansial Digital lewat Festival Cashless di Melodia 2026

Selain itu, ratusan ribu pengguna memanfaatkan OVO untuk bertransaksi setiap harinya, mencerminkan bagaimana pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan tersebut, OVO juga melihat adanya pergeseran perilaku transaksi pengguna.

Pada 2021, mayoritas transaksi OVO berasal dari merchant online dengan porsi sekitar 68% dari total transaksi. Namun, pada 2025, mayoritas transaksi justru berasal dari merchant offline dengan porsi mencapai 69%.

BACA JUGA:Hadir di HUT Ke-50 Taman Mini Indonesia Indah, Bank Raya Dorong Opsi Pembayaran Cashless

Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital kini semakin digunakan dalam berbagai aktivitas harian yang dilakukan secara langsung di merchant fisik.

Didukung oleh semakin luasnya adopsi QRIS, pembayaran digital tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan online, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan rutin masyarakat.

BACA JUGA:Gak Punya Cash? Apa-Apa Bayar Cashless! Ini 5 Keuntungan Transformasi Digital

Jajanan Paling Boros

Jika ditelusuri lebih lanjut, transaksi terbesar pengguna OVO di merchant offline berasal dari kategori makanan dan minuman (F&B) yang menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 36.7% dari total transaksi OVO pada Mei 2026.

Menariknya, transaksi tersebut didominasi oleh pembelian yang bersifat sederhana dan rutin dalam keseharian, mulai dari jajanan seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: