Dapur yang Paling Membutuhkan

Dapur yang Paling Membutuhkan

Mashudi: MBG bukan hanya urusan nasi, lauk, sayur, buah, susu, dapur, dan kotak makan. MBG juga urusan keberanian negara menentukan prioritas.-dok disway-

Dari data yang saya baca, jumlah keluarga desil 1 sampai 5 dalam DTSEN sekitar 18,8 juta keluarga. Angka itu besar. Tetapi lebih masuk akal dijadikan dasar intervensi dibanding membuka program terlalu lebar sejak awal.

Dari keluarga-keluarga itu, pemerintah bisa memetakan lebih rinci. Mana ibu hamil. Mana ibu menyusui. Mana balita. Mana anak usia dini. Mana pelajar. Dari kota sampai desa. Dari kawasan industri sampai wilayah 3T. Terluar, terdepan, tertinggal.

Dengan begitu, MBG tidak hanya besar di anggaran. Tetapi juga tajam di sasaran.

Ini penting. Karena program ratusan triliun tidak boleh berjalan dengan mata setengah terbuka. Salah sedikit, bocornya besar. Tidak tepat sedikit, rasa adilnya hilang. Terlalu lama dievaluasi, kepercayaan publik bisa turun.

BACA JUGA:Gibran Sebut Pembenahan MBG dan KDMP Penting untuk Cegah Korupsi dan Tingkatkan Kepercayaan Publik

Saya percaya MBG program penting. Bahkan sangat penting. Tetapi program penting tidak harus selalu dibuat seluas mungkin sejak awal.

Lebih baik ramping tetapi tepat. Daripada besar tetapi terus dipersoalkan.

Lebih baik disisir sejak awal daripada dibiarkan membengkak lalu menjadi beban politik, beban fiskal, dan beban perasaan publik.

Pada akhirnya, MBG jangan sampai kehilangan arah. Ia bukan proyek membagikan makan. Ia bukan lomba mengejar jumlah porsi. Ia bukan angka besar yang dipajang dalam APBN.

MBG harus menjadi cara negara memastikan anak-anak yang paling kekurangan tidak lagi belajar dengan perut kosong.

Kalau anak orang mampu tidak mendapat MBG, ia masih bisa sarapan di rumah. Masih bisa membawa bekal. Masih bisa membeli makan di kantin.

Tetapi kalau anak orang miskin tidak mendapat MBG, bisa jadi hari itu ia benar-benar tidak makan bergizi. Bisa jadi bukan hanya hari itu. Bisa jadi sudah terlalu sering.

Di situlah bedanya. Dan kalau negara harus memilih, semoga negara tidak ragu berdiri di depan dapur yang paling sepi.

 

By: Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.Id

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: