Dapur yang Paling Membutuhkan
Mashudi: MBG bukan hanya urusan nasi, lauk, sayur, buah, susu, dapur, dan kotak makan. MBG juga urusan keberanian negara menentukan prioritas.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Saya tidak ingin mengulang lagi soal tata kelola MBG. Sudah saya tulis sebelumnya dalam “Niat Besar yang Harus Dijaga”. Di sana saya bicara soal dapur, distribusi, kualitas makanan, pengawasan, dan rasa keadilan di lapangan.
Kali ini saya ingin melihat sisi lain: anggaran.
Sebab MBG bukan hanya urusan nasi, lauk, sayur, buah, susu, dapur, dan kotak makan. MBG juga urusan keberanian negara menentukan prioritas.
Siapa yang harus lebih dulu menerima.
Siapa yang paling membutuhkan.
Dan berapa besar uang negara yang pantas dikeluarkan.
Saya melihat pemerintah mulai menata ulang anggaran MBG. Itu langkah baik.
Dalam program sebesar ini, pemerintah memang tidak boleh gengsi menghitung ulang. Tidak boleh malu merevisi. Tidak perlu merasa kehilangan muka hanya karena desain awal berubah.
BACA JUGA:BGS Ungkap Kunci Turunkan Stunting Lewat Program MBG
Dalam pembahasan yang saya baca, anggaran MBG tahun 2026 Rp335 triliun. Targetnya untuk 82,9 juta penerima. Angka itu besar sekali. Terlalu besar untuk tidak membuat orang menoleh.
Bukan karena masyarakat menolak anak-anak diberi makan bergizi. Siapa yang tega menolak itu. Rasanya tidak ada.
Tetapi APBN bukan sumur yang tidak pernah kering. Di dalamnya ada pendidikan. Ada kesehatan. Ada perlindungan sosial. Ada pembangunan daerah. Ada subsidi. Ada gaji aparatur. Ada utang yang harus dibayar. Ada banyak kebutuhan yang sama-sama antre.
Karena itu, ketika pemerintah menyisir ulang anggaran MBG, saya melihat ada sinyal bagus. Ada evaluasi. Ada efisiensi. Awalnya Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Masih sangat besar. Tetapi setidaknya ada usaha menahan laju.
Belum selesai. Skema distribusi yang semula enam hari dipangkas menjadi lima hari. Hitung-hitungan pemerintah, penghematan dari sini bisa mencapai sekitar Rp40 triliun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: