Insentif Kenaikan Harga BBM Jangan Sekadar Janji Asal Rakyat Senang
Dampak kenaikan harga BBM berimbas naiknya harga barang dan jasa. Seperti angkutan kota (angkot) konvensional, harus menyesuaikan karena harga spare-part ikut melonjak naik.-Dok. Cahyono/Disway.id-
KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax, juga berimbas pada berkurangnya intensitas okupansi transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) dan penumpang.
Perlu dicatat, di Jakarta masih banyak angkot-angkot konvensional yang masih beroperasi. Mereka yang saban hari bersaing dengan Jaklingko.
Tak dipungkiri, sejak Jaklingko mendominasi sistem angkutan umum terintegrasi, minat terhadap angkot konvesional berkurang.
Sekarang kondisinya semakin rumit. Sopir-sopir angkot juga harus bekerja lebih keras. Trip yang harus ditempuh setiap hari semakin panjang. Tujuannya agar okupansi dan setoran setiap hari bisa terpenuhi.
Di satu sisi, biaya operasional kendaraan meningkat. Konsumsi BBM menjadi kebutuhan primer. Hanya saja, sekarang kenaikan harga BBM mempengaruhi segalanya. Harga spare-part melonjak.
Yang membuat dilema adalah di tengah melonjaknya harga barang dan jasa di sektor industri otomotif, tidak serta merta menaikan tarif angkot lebih tinggi.

Harga kebutuhan pokok di pasar-pasar ikut naik. Harga cabai berbagai jenis rata-rata sekarang dijual Rp80-90 ribuan.-Dok. Bianca/Disway.id-
Romdi (48), salah satu sopir angkot yang kami temui di bilangan Jakarta Selatan, mengaku kebingungan. Dia terpaksa harus menyesuaikan harga tarif.
Namun, kata dia, tarif yang disesuaikan tak begitu signifikan. Ia khawatir penumpang semakin sepi. Jika tarif melonjak tinggi, yang ada tidak ada lagi orang yang mau naik angkot. "Ada penyesuian harga, tapi gak banyak," ujarnya.
Tak Mau Kalah dengan Keadaan
Romdi menceritakan sekarang agar bisa menutup pendapatan hariannya, dia harus menempuh trip lebih lama lagi.
Bukan tanpa alasan. Sebab setiap harinya mayoritas penumpang angkot saat ini adalah kamu ibu-ibu. Tidak random seperti dulu.
Sekarang orang yang membutuhkan transportasi angkot semakin terbatas saja. Romdi menyebut, semakin tergerusnya eksistensi angkot konvensional karena sistem digitalisasi yang semakin mendominasi.
BACA JUGA:Update Harga Pertamax Series, Ini Pernyataan Pertamina Patra Niaga soal Harga BBM Nonsubsidi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: