Persaudaraan Jemaah JKG 25, Ibadah di Tanah Suci Semakin Khusyuk
Ketua Kloter JKG 25, Taih Sulaiman, ditemui di Madinah-MCH-
MADINAH, DISWAY.ID– Lebih dari 30 hari menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia dalam satu kloter tak hanya disatukan oleh panggilan suci, tetapi juga oleh ikatan persaudaraan yang kian erat.
Ketua Kloter JKG 25, Taih Sulaiman, mengungkapkan bahwa kebersamaan yang terjalin selama di Makkah dan Madinah telah menumbuhkan rasa persaudaraan yang luar biasa di antara para jemaah.
“Sampai saat ini kami beserta para jemaah merasakan persaudaraan yang di atas segala-galanya,” ujar Taih Sulaiman kepada Media Center Haji di Madinah.
BACA JUGA:Jelang Akhir Operasional di Madinah, Petugas Diminta Tetap Solid Layani Jemaah
Menurutnya, di kloter mereka, jemaah saling menghargai dan menjaga satu sama lain.
Jemaah yang lebih tua menyayangi yang lebih muda, sementara yang muda menghormati dan membantu lansia.
“Jadi, di kloter kami, kinerja para petugas sangat terbantu dengan adanya persaudaraan ini,” kata Taih yang mengaku bersyukur mendapat kepercayaan pertama kali menjadi ketua kloter.
Taih menuturkan, selain ibadah, salah satu momen paling ditunggu-tunggu para jemaah adalah waktu makan. Baik sarapan, makan siang, maupun makan malam selalu menjadi jam yang spesial.
“Semua jemaah merasa jam yang dinanti adalah jam untuk bisa mendapatkan makanan. Meskipun mereka mengistilahkan makanan ini dengan makanan MBG, hal itu menunjukkan betapa layanan tersebut begitu melekat di hati para jemaah,” ungkapnya sambil tersenyum.
BACA JUGA:Kemenhaj Bentuk Task Force Khusus, Pesawat Haji Tak Boleh Pulang Kosong
Taih Sulaiman juga berharap agar pada musim haji mendatang, aspek istithaah kesehatan calon jemaah dapat diperketat.
Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Oleh karena itu, mungkin secara medis, kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji harus benar-benar diperiksa saat medical check up (MCU), sehingga seluruh jemaah dapat merasakan nikmatnya beribadah,” ujarnya.
Dengan kondisi fisik yang optimal, para jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk, bukan sekadar bertahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: