Hasil Olah TKP! Karyawan Padel di Jaksel Disekap 3 Hari Awalnya Hanya Interogasi
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan penyekapan seorang karyawan lapangan padel berinisial AL di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan-Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan penyekapan seorang karyawan lapangan padel berinisial AL di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa itu dilakukan oleh rekan kerja korban.
Adapun AL diduga disekap oleh rekan kerjanya sejak tanggal 22 Juli hingga 25 Juli 2026, karena tuduhan mencuri raket padel di tempat kerjanya.
Dalam kasus ini, polisi menangkap 4 pelaku berinisial ASB, RRK, AH, dan DW. Keempat pelaku kini ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.
Di tempat kejadian, polisi melepaskan garis polisi yang sebelumnya sudah dipasang.
"Ya, kita hari ini melakukan olah TKP terakhir yang kita butuhkan dalam proses melengkapi proses penyidikan, sekaligus kita membuka police line yang telah kita pasang. Kepada pihak Pedal Padel akan kita mintakan surat tanda terima pembukaan atau melepaskan garis polisi," kata Kanit Resmob, Iptu Satriyo kepada wartawan, Senin, 6 Juli 2026.
Hal itu dilakukan berdasarkan bukti dan sampel yang sudah cukup.
"Karena dirasa sudah cukup untuk TKP ini kita ambil, baik sampel darah ataupun alat-alat yang dipakai untuk menyekap daripada korban," ucapnya.
Berdasarkan olah TKP, Ia menjelaskan, korban sempat disekap diruang yang berbeda. Sebelumnya korban disekap di lift barang, kemudian dipindahkan ke lokasi gudang di sebelahnya.
"Jadi itu kan penyekapan selama tiga hari ya, begitu," ujarnya.
BACA JUGA:Daftar Harga Raket Padel untuk Pemula hingga Advance, Bisa Tukar Tambah di Blibli
Dalam penyidikan diketahui, keempat pelaku melakukan aksi penyekapan karena insiatif sendiri. Bukan arahan dari atasan atau pemilik lapangan padel.
"Sementara yang kita dapati mereka membuat grup sendiri dari pelaku yang kita amankan. Tidak ada perintah yang kita dapatkan, kita belum mendapatkan adanya perintah dari atasan. Hanya karyawan saja empat-empatnya," jelasnya.
"Jadi untuk penanggung jawabnya itu dia membuat grup sendiri untuk bagaimana menginterogasi korban dalam hal melakukan pencurian raket yang dicurigai itu," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: