Biomassa dan Masa Depan Kemandirian Energi Indonesia

Biomassa dan Masa Depan Kemandirian Energi Indonesia

Prof Agustin Krisna Wardani, Peneliti di Bidang Bioteknologi & Bioenergi, Universitas Brawijaya-Dokumentasi UB-

BACA JUGA:Lengkap! Daftar 8 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Pertandingannya

BACA JUGA:KDKMP Tercinta

Di sinilah perguruan tinggi memegang peran strategis. Kampus bukan sekadar penghasil publikasi ilmiah, tetapi penggerak inovasi yang menjembatani laboratorium dengan industri. Melalui riset, pengembangan teknologi, pengujian skala pilot, serta kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha, perguruan tinggi dapat mempercepat hilirisasi biomassa menjadi bioenergi dan produk berbasis hayati yang siap dikomersialisasikan.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga ancaman gangguan pada rantai pasok energi dunia, Indonesia dihadapkan pada pilihan strategis: terus bergantung pada energi impor atau mulai membangun kemandirian berbasis sumber daya sendiri. Biomassa, khususnya limbah kelapa sawit dan residu pertanian, menawarkan jalan yang tidak hanya realistis, tetapi juga berkelanjutan. Potensi ini bukan sekadar alternatif pengganti bahan bakar fosil, melainkan fondasi bagi transformasi sistem energi nasional yang lebih tangguh, mandiri, dan bernilai tambah. Ketergantungan Indonesia pada energi impor hari ini bukan disebabkan oleh kemiskinan sumber daya, melainkan oleh belum terbangunnya sistem konversi energi yang berdaulat. Sudah saatnya Indonesia berhenti hanya menjadi eksporter komoditas mentah seperti CPO dan mulai bertransformasi menjadi produsen, bahkan eksporter, molekul energi terbarukan. Di era transisi energi, keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh besarnya cadangan minyak yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan mengubah sumber daya hayati menjadi energi dan produk bernilai tinggi. Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang tidak dimiliki banyak negara. Pertanyaannya, siapkah kita mengubahnya dari sekadar limbah menjadi kekuatan baru bagi kemandirian energi nasional? (*)

*) Prof. Agustin Krisna Wardani, Peneliti di Bidang Bioteknologi & Bioenergi, Universitas Brawijaya

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: