Pesulap Merah Bongkar Isu 'Mistis Palsu' Gunung Kawi: Ritual Kejawen Bukan Pesugihan!

Minggu 12-07-2026,12:01 WIB
Pesulap Merah Bongkar Isu 'Mistis Palsu' Gunung Kawi: Ritual Kejawen Bukan Pesugihan!

Pesulap Merah, Marcel Radhival Bantah Isu Pesugihan Gunung Kawi-Pesulap Merah-YouTube Channel

JAKARTA, DISWAY.ID - Nama Gunung Kawi seakan masih terus menjadi sebuah misteri besar setelah muncul sebuah podcast yang menghadirkan narasumber mengaku pernah menjadi asisten seorang artis terkenal.

Dalam tayangan video podcast tersebut, seorang narasumber bernama Fitri menyampaikan kisah mengenai dugaan ritual pesugihan yang dikaitkan dengan Gunung Kawi.

Pernyataan itu langsung mendapat tanggapan keras dari Pesulap Merah alias Marcel Radhival, yang selama ini dikenal aktif mengkritisi berbagai klaim mistis Gunung Kawi tanpa bukti ilmiah.

Melalui video di kanal YouTube pribadinya, Marcel Radhival menilai cerita yang disampaikan narasumber tersebut justru berpotensi menggiring opini masyarakat tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Marcel Radhival, alasan narasumber yang memilih menyembunyikan identitas artis dengan dalih takut masalah hukum justru menimbulkan tanda tanya.

BACA JUGA:Misteri Gunung Kawi Terungkap! Mantan Asisten Artis Cerita Ritual Mistis: Kaki Binatang, Kepala Manusia

Pesulap Merah berpendapat, JIKA seseorang benar-benar menyampaikan fakta demi kepentingan publik, maka seharusnya tidak perlu takut untuk mempertanggungjawabkan keterangannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Marcel Radhival bahkan mempertanyakan apakah narasumber tersebut benar-benar pernah menjadi asisten artis atau hanya mengaku-ngaku demi membangun opini publik.

"Kasihan artis yang akhirnya ikut dicurigai melakukan pesugihan, padahal tidak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut," kata Marcel Radhival, dikutip dari kanal YouTube pribadinya Pesulap Merah pada Minggu, 12 Juli 2026.

Pesulap Merah Tegaskan Gunung Kawi Bukan Tempat Pesugihan

Dalam video tersebut, Marcel Radhival kembali mengingatkan tujuan kedatangannya ke Gunung Kawi beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa kunjungannya bukan untuk membuktikan keberadaan praktik mistis, melainkan justru memperlihatkan bahwa kawasan tersebut merupakan tempat ibadah bagi penganut kepercayaan Kejawen.

Menurutnya, ritual yang dijalankan di sana berupa doa, penggunaan dupa, bunga, serta penghormatan kepada tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut sesuai tradisi Kejawen.

Marcel menilai banyak masyarakat salah memahami aktivitas tersebut dengan langsung mengaitkannya sebagai praktik pesugihan.

Ia juga menekankan bahwa setiap agama memiliki tata cara ibadah masing-masing sehingga seseorang sebaiknya menjalankan ritual sesuai keyakinannya sendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait