Tembus 35 Guru Besar, UNAS Perkuat Riset AI dan Inovasi Nasional
Riset dan inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.-Istimewa-
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Erna mengangkat persoalan perubahan struktur ekonomi nasional melalui kajian underground economy di era platform digital dan deindustrialisasi sektor tekstil-garmen Indonesia.
Sementara itu, Prof. Agung membahas perkembangan clustering dalam Machine Learning, termasuk pemanfaatannya dari Educational Data Mining menuju penerapan AI kesehatan yang aman dan tepercaya.
Adapun Prof. Septi mengangkat pengembangan ekosistem Decision Support and Analytics untuk memperkuat pemeringkatan perguruan tinggi yang berdaya saing global.
Pemanfaatan data dan sistem pendukung keputusan dinilai semakin penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif.
Sinergi ketiga bidang tersebut menunjukkan arah pengembangan keilmuan UNAS yang semakin beragam, mulai dari persoalan sosial-ekonomi hingga kecerdasan artifisial dan analitik data.
UNAS berharap bertambahnya 35 Guru Besar dapat memperkuat ekosistem riset dan melahirkan lebih banyak kolaborasi lintas disiplin.
BACA JUGA:Menperin Buka ILF Expo 2026, UMKM hingga Investor Global Bertemu di JIExpo Kemayoran
Riset dan inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.
Sebagai Universitas Perjuangan, UNAS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sumber daya manusia, kualitas penelitian, dan inovasi agar perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: