Kemensos Bentuk TP2SR, Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Jumat 07-08-2026,17:51 WIB
Kemensos Bentuk TP2SR, Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kementerian Sosial membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) sebagai tim ad hoc untuk mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.--Kemensos

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Sosial membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) sebagai tim ad hoc untuk mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Pembentukan TP2SR ini sebagai tindak lanjut atas mandat Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk mengawal pembangunan Sekolah Rakyat permanen di lokasi-lokasi rintisan.

Lantaran 61 titik ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam kuota 100 titik pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akibat kendala administratif lahan.

"Kalau tahun ini kita tidak bisa memastikan pembangunannya, potensi untuk ditutup di tahun depan besar sekali karena gedungnya sudah tidak mencukupi," ujar Wamensos Agus Jabo saat memimpin rapat pembentukan TP2SR di Kantor Kementerian Sosial, Kamis 6 Agustus 2026. 

BACA JUGA:Menghadap Wamensos, 4 Bupati Siap Bangun Sekolah Rakyat Permanen

Puluhan titik Sekolah Rakyat rintisan tersebut, lanjutnya, menjadi prioritas mendesak karena telah beroperasi menggunakan fasilitas sementara yang kapasitasnya hanya diproyeksikan bertahan maksimal satu tahun.

Jika gedung permanen tidak dieksekusi tahun ini, puluhan sekolah rintisan tersebut terancam ditutup akibat tidak mampu lagi menampung siswa baru. 

Langkah konkret di bawah arahan Wamensos Agus Jabo, TP2SR Kemensos akan menggelar Desk Evaluation pada 12 Agustus 2026 mendatang.

BACA JUGA:Gus Ipul Minta Pengelolaan Sekolah Rakyat Berfokus pada Tiga Aspek Ini

Kegiatan ini akan mempertemukan 57 Pemerintah Daerah yang menaungi 61 SR rintisan tersebut.

Pertemuan ini juga bertujuan dalam rangka membangun sinergi lintas Kementerian/Lembaga terkait, seperti Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, Kemendagri, hingga Perhutani.

"Tugas kita adalah memastikan titik-titik ini sudah ada persiapan lahannya. Tolong didata dan diidentifikasi status lahannya, siapa yang sudah mengusulkan, apa masalahnya, dan keterkaitannya dengan kementerian apa saja. Itu harus sudah ada identifikasi," tegasnya.

Agus Jabo kembali menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut untuk melakukan pendampingan, pengendalian, dan pemantauan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan.

"Supaya kita bisa mengawal dan meng-update perkembangannya setiap hari," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: