Kisah Sukses Mas Kus, Bangun Warteg Sedayu Bahari dari Nol hingga Punya 30 Cabang
Dari sebuah warteg sederhana di kawasan Slipi, Mas Kus perlahan membangun usaha kuliner yang kini telah berkembang menjadi puluhan gerai.--Candra Pratama
JAKARTA, DISWAY.ID - Dari sebuah warteg sederhana di kawasan Slipi, Mas Kus perlahan membangun usaha kuliner yang kini telah berkembang menjadi puluhan gerai.
Berbekal konsep warteg yang tetap merakyat namun dikemas lebih modern, Warteg Sedayu Bahari kini memiliki sekitar 30 cabang di wilayah Jabodetabek.
Di tengah citra warteg yang identik dengan tempat makan sederhana, Warteg Sedayu Bahari hadir membawa konsep berbeda.
Tentunya: tanpa meninggalkan identitas warteg sebagai kuliner yang ramah di kantong.
BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Warteg Mulai Diserbu Pemburu Paket Makan Hemat Rp10 Ribu
Pemilik Warteg Sedayu Bahari, Kusnanda, menjelaskan filosofi dari arti nama bisnisnya tersebut. Ternyata, memiliki makna tersendiri--dan tidak semua orang tahu.
"Arti dari SEDAYU itu sendiri memiliki arti kehidupan yang tentram, merdeka, dan bahagia," ujarnya kepada Disway di Jakarta Timur, Senin, 10 Agustus 2026.
Nilai itu kemudian menjadi semangat yang dibawa Warteg Sedayu Bahari dalam menyajikan makanan bagi para pelanggannya.
Perjalanan Warteg Sedayu Bahari dimulai pada 18 Agustus 2026. Cabang pertamanya berdiri di kawasan Slipi, tepatnya di Jalan Anggrek Neli Murni.
Dari satu gerai, kata Mas Kus--sapaan karibnya, kini Warteg Sedayu Bahari telah berkembang hingga memiliki 30an cabang. Khususnya di wilayah Jabodetabek.
BACA JUGA:Pemilik Warteg di Kembangan Ini Pasrah Lauk-lauk Gak Laku Akibat Banjir Sepaha Orang Dewasa
Tak hanya itu, identitas visual Warteg Sedayu Bahari juga dibuat dengan filosofi tersendiri. Perpaduan warna biru dan oranye yang mendominasi gerai bukan dipilih tanpa alasan.
"Biru melambangkan sebagai air sumber kehidupan. Oranye melambangkan kebahagiaan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: