Akta Kelahiran Kini Semakin Mudah, Langsung Terbit Setelah Bayi Lahir
pemerintah telah meluncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalu integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit/Puskesmas-SATUSEHAT-Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Puskesmas--PANRB
Namun ukurannya yakni apakah layanan menjadi lebih mudah, lebih terhubung, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Salah satu momen paling awal ketika kehadiran negara itu dibutuhkan adalah ketika seorang anak lahir. Negara tidak boleh datang terlambat, tapi negara harus hadir sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan,” tambahnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa integrasi data ini akan mempermudah penerbitan dokumen kependudukan bagi anak yang baru lahir.
"Pasalnya, sekitar 4,8 juta bayi lahir di Indonesia setiap tahun atau sekitar 13 ribu bayi setiap hari. Karena itu, pencatatan kelahiran perlu diintegrasikan agar dokumen kependudukan bayi dapat diterbitkan lebih cepat,” ujarnya.
BACA JUGA:5 Fakta Kucing Hitam yang Jarang Diketahui, Apa Benar Pembawa Sial?
“Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital,” jelasnya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa akta kelahiran digital nantinya dapat langsung diterima melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
Dokumen juga bisa dikirim melalui email atau nomor WhatsApp orang tua untuk kemudian dicetak secara mandiri sehingga dapat memutus pungli
BACA JUGA:5 Fakta Kucing Hitam yang Jarang Diketahui, Apa Benar Pembawa Sial?
“Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akte kelahiran karena sistemnya connect, Puskesmas misalnya atau rumah sakit langsung diserahkan di situ, digitalnya bisa langsung di-print out dan kemudian bisa juga kalau orang tuanya punya email dikirim lewat emailnya atau kalau dia punya WhatsApp bisa dikirim ke WhatsApp orang tuanya tinggal dia print sendiri silakan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pengintegrasian data dan perencanaan berbasis data penting dilakukan untuk efisiensi.
Menurutnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan data membuat proses layanan menjadi lebih cepat dan akurat.
“Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleansing semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: