Seperti Apa Konsep Dokter Terbang? Begini Mekanisme Layanan Kesehatan untuk Daerah Terpencil

Sabtu 15-08-2026,18:59 WIB
Seperti Apa Konsep Dokter Terbang? Begini Mekanisme Layanan Kesehatan untuk Daerah Terpencil

Ilustrasi dokter tengah melaksanakan tugasnya-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan konsep layanan "dokter terbang" untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Prasetyo mengatakan konsep dokter terbang tersebut kurang lebih akan menyerupai layanan dokter keliling atau mobile dentist car.

Namun, layanan ini menggunakan moda transportasi udara untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

"Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia, memang negara kita sangat luas, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo di Istana, Sabtu, 15 Agustus 2026.

BACA JUGA:Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Dokter Bisa Terbang ke Daerah Sulit Dijangkau

Menurut dia, gagasan tersebut muncul karena pemerintah menyadari masih adanya ketimpangan akses fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

Pemerintah saat ini juga menargetkan perbaikan Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk memperpendek jarak serta waktu tempuh masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Prasetyo mengatakan konsep layanan kesehatan berbasis transportasi udara juga telah diterapkan di sejumlah negara, khususnya untuk memberikan respons cepat di wilayah terpencil.

"Di beberapa negara di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter. Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil," ujarnya.

BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Gandeng UI Perkuat Pendidikan Kedokteran Melalui Program Pengampuan

Namun, dia menegaskan konsep tersebut bukan berarti setiap desa atau kelurahan akan memiliki moda transportasi udara.

Layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Prasetyo memastikan berbagai program untuk memperluas akses layanan kesehatan saat ini sudah mulai dikerjakan, termasuk perbaikan fasilitas kesehatan.

Dia menyebut sebanyak 66 rumah sakit telah selesai diperbaiki dan 20 di antaranya sudah kembali beroperasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: