Biogas Limbah Sawit Bisa Jadi Andalan Energi Terbarukan

Senin 17-08-2026,13:30 WIB
Reporter: Syifa Lulu |
Biogas Limbah Sawit Bisa Jadi Andalan Energi Terbarukan

Komitmen Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau, Kawal Perekonomian Nasional dan Pelestarian Lingkungan--Ist

Erma menyebut fasilitas biogas berdasarkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dalam jumlah signifikan.

BACA JUGA:GAPKI Ungkap Industri Sawit Sudah Terapkan Standar K3 Global Sejak Lama, Fondasinya Dinilai Kokoh

"Pemanfaatan POME menjadi biogas dapat mengendalikan emisi gas rumah kaca. Berdasarkan penelitian, fasilitas biogas mampu mengurangi emisi sekitar 1.131 ton CO₂ ekuivalen per bulan," paparnya.

Manfaat pemanfaatan POME juga dapat dirasakan dari sisi ekonomi dan sosial.

Pengembangan fasilitas biogas membutuhkan tenaga kerja untuk proses pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan.

Kondisi ini membuka peluang keterlibatan tenaga kerja lokal di sekitar kawasan industri sawit.

Setelah melalui proses pemurnian, gas tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi bio-compressed natural gas (bio-CNG) untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun kebutuhan industri lokal.

"Jadi, manfaat ekonominya bisa dirasakan perusahaan, tenaga kerja lokal, dan masyarakat sekitar selama pengelolaan melibatkan daerah secara langsung," tegas Erma.

BACA JUGA:Prabowo Heran Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Kok Bisa Minyak Goreng Langka?

Pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi juga sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan bioenergi nasional.

Melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pemerintah terus mendorong inovasi bioenergi berbasis sawit untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki neraca perdagangan minyak dan gas, menekan emisi gas rumah kaca, serta membantu mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim.

Salah satu bentuk dukungan diberikan melalui program Grant Riset Sawit (GRS). BPDP memberikan dukungan pendanaan untuk inovasi perbaikan teknologi dan produk biogas POME, mulai dari tahap desain, instalasi, produksi, hingga pengujian pada kendaraan.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai potensi energi dari POME sangat besar.

Ia menjelaskan, setiap satu ton POME dapat menghasilkan sekitar 28,8 meter kubik (m³) biogas melalui penerapan teknologi methane capture.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait