Kopi Keliling Makin Menjamur, Ancaman atau Peluang Bagi Pemilik Coffee Shop?

Senin 17-08-2026,17:38 WIB
Reporter: |
Kopi Keliling Makin Menjamur, Ancaman atau Peluang Bagi Pemilik Coffee Shop?

industri kopi masih memiliki prospek karena karakter konsumennya beragam. Baik coffee shop maupun kopi keliling dinilai dapat berkembang berdampingan selama masing-masing mampu mempertahankan ciri khas dan kualitas produknya.-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Maraknya pedagang kopi keliling dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak serta-merta menjadi ancaman bagi pelaku usaha coffee shop. 

Sebaliknya, fenomena tersebut justru dianggap sebagai tanda bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap kopi semakin meningkat.

Pandangan itu disampaikan Advist Khairun Ni’mah (28), pemilik usaha coffee shop rumahan di Tambun Selatan, Bekasi. 

Ia menilai pedagang kopi keliling dan coffee shop memiliki karakter serta target pasar masing-masing.

“Jujur senang banget. Ini membuktikan bahwa sebenarnya minat kopi di Indonesia memang semakin hari semakin banyak peminatnya,” kata Advist.

Menurutnya, keberadaan kopi keliling justru dapat membantu memperluas pasar industri kopi. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Advist mencontohkan, kopi keliling biasanya menyasar konsumen yang ingin membeli kopi secara praktis tanpa harus datang dan duduk di coffee shop. 

Sementara itu, coffee shop menawarkan pengalaman berbeda, seperti menikmati minuman sambil bersantai atau berkumpul.

“Setiap kopi saya yakin punya ciri khasnya masing-masing dan setiap kopi juga punya pelanggannya masing-masing sesuai selera. Jadi saya tidak menganggap penjual kopi keliling ini adalah saingan karena target market-nya pun beda,” ujarnya.

Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Advist menilai harga yang lebih murah memang menjadi salah satu daya tarik kopi keliling. Namun, menurut dia, harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan konsumen.

Ia mengatakan konsumen tetap mempertimbangkan rasa, jenis biji kopi, takaran, hingga pengalaman ketika membeli kopi.

“Jadi tidak bisa disamakan dan konsumen pasti kadang ada saatnya dia membeli kopi keliling karena mungkin lagi mager, terus kalau misalkan dia lagi pengen ke coffee shop ya ke coffee shop,” jelasnya.

Menurutnya, konsumen saat ini juga cenderung fleksibel. Mereka dapat membeli kopi keliling pada satu kesempatan dan memilih coffee shop pada kesempatan lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: