Dana Asing dan IHSG

Dana Asing dan IHSG

Ribka Maya Saputra Research Manager INFOVESTA: Ada satu interpretasi yang sering muncul setiap kali pasar bergerak: "Asing jual, makanya pasar turun."-dok disway-

Bagaimana kondisi pasar terkini jika dilihat berdasarkan tiga faktor tersebut? Sepanjang 2026, tekanan jual asing sebagian besar tampak nyata, bukan sekadar mekanis.

Rupiah melemah tajam hingga menyentuh sekitar Rp18.170 per dolar AS pada 8 Juni 2026, persis ketika IHSG mencetak titik terendahnya, kombinasi yang khas menandai dana yang benar-benar keluar. Meski begitu, tidak semua dana meninggalkan Indonesia.

Sebagian berputar ke instrumen lain seperti Surat Berharga Negara dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia). Tekanan jual sepanjang 2026 sebagian besar riil, tetapi arah pasar tetap ditentukan oleh siapa yang menyerapnya, bukan oleh angka jual asing itu sendiri.

Dana asing bukan lampu lalu lintas. Angka jual bersih asing merupakan informasi yang berharga, tetapi angka tersebut akan memberikan cerita utuh ketika dibaca bersama arah harga, ditimbang dari jenis dan penyebabnya, serta dilihat siapa yang menyerapnya di sisi lain.

Dibaca dalam konteks itu, “asing jual” berhenti menjadi alarm otomatis dan berubah menjadi pertanyaan yang jauh lebih berguna: siapa yang sebenarnya sedang membeli?

by: Ribka Maya Saputra Research Manager INFOVESTA 

 


--

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: