Cari Tanaman Hias dan Satwa Unik? Temukan di FLONA 2026
Flona hadir dalam skala cukup besar. Sekitar 280 tenant dan 10 stan instansi ikut ambil bagian dalam pameran yang mengusung tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta”-disway.id/Cahyono-
BACA JUGA:Pramono Buka Karpet Merah untuk Investor, Tawarkan 37 Proyek Investasi Rp115 Triliun
“Yang perlu diperbaiki ke depan adalah ada pemanfaatan tanaman yang bisa tetap ada di ruang publik setelah acara selesai, penataan kenyamanan dan akses pengunjung, keseimbangan edukasi dan komersial,” katanya.
Thamrin juga mengusulkan agar konsep edukasi Flona diperluas ke taman-taman lain.
Namun, konsep tersebut tidak perlu dibuat seragam. Setiap taman dapat mengembangkan tema sesuai karakter dan potensi lingkungannya.
“Perlu diperluas ke taman lain? Perlu, tapi nggak disalin mentah-mentah. Lapangan Banteng tetap jadi pusat, dan buat versi mini Flona di taman-taman wilayah seperti Ayodya, Langsat, Mangrove, dan lainnya dengan karakteristik masing-masing lokasi, agar edukasi sampai ke warga seluruh Jakarta,” ujarnya.
Gagasan itu dapat membuat edukasi mengenai keanekaragaman hayati tidak hanya terpusat di Lapangan Banteng.
Taman-taman di berbagai wilayah Jakarta bisa menjadi ruang belajar yang lebih dekat dengan warga.
Dari sisi ekonomi, Thamrin melihat Flona juga memiliki peluang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang tanaman, hewan, perlengkapan, dan produk turunannya.
Menurut dia, peluang tersebut dapat diperkuat dengan biaya stan yang terjangkau, pelatihan sederhana sebelum pameran, penataan lokasi yang adil, serta penggunaan transaksi digital.
“UMKM naik pendapatannya? Bisa dengan biaya stan ringan/dibebaskan, pelatihan sederhana sebelum acara, penataan lokasi yang adil, semua transaksi menggunakan QRIS,” katanya.
Fasilitas pendukung bagi tenant juga dinilai perlu diperkuat. Ketersediaan listrik dan jaringan internet yang memadai, misalnya, dapat mendukung transaksi selama pameran sekaligus membuka peluang pengembangan usaha setelah acara selesai.
“Kalau ada fasilitas listrik, ada WiFi yang cukup memadai dan bisa buat rencana lanjutan dalam bentuk katalog digital dan platform jualan berkelanjutan,” tutur Thamrin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: