Cari Tanaman Hias dan Satwa Unik? Temukan di FLONA 2026

Senin 31-08-2026,11:04 WIB
Reporter: Cahyono |
Cari Tanaman Hias dan Satwa Unik? Temukan di FLONA 2026

Flona hadir dalam skala cukup besar. Sekitar 280 tenant dan 10 stan instansi ikut ambil bagian dalam pameran yang mengusung tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta”-disway.id/Cahyono-

Pengembangan ruang hijau juga berlangsung di wilayah lain.

Pada Agustus 2026, misalnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara membangun Taman Bukit Gading di atas lahan sekitar 1,3 hektare.

Taman ini dirancang memiliki lintasan jogging sekitar 505 meter, area bermain anak, ruang terbuka hijau, dan bangunan serbaguna.

Hingga 7 Agustus 2026, pembangunan taman tersebut mencapai sekitar 35 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Sementara itu, penghijauan di Jakarta Selatan dilakukan antara lain melalui penanaman pohon.

Pada 14 Agustus 2026, tiga pohon tabebuya ditanam di Taman Blok A, Kebayoran Lama Utara.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan ruang terbuka hijau sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai ruang hijau tidak berhenti di Flona. Penataan dan penambahan ruang hijau menjadi bagian dari pekerjaan yang terus berlangsung di Jakarta.

BACA JUGA:Pramono Tetapkan Tarif Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8, Pergub Disiapkan

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M Thamrin menilai penyelenggaraan Flona 2026 menunjukkan perkembangan.

Menurut dia, Flona kini mulai bergerak dari pameran tanaman dan hewan menjadi ruang edukasi keanekaragaman hayati.

“Terkait Flona 2026 ini adalah langkah maju dari sekadar pameran tanaman/hewan jadi ruang edukasi keanekaragaman hayati dengan konsep enam zona ekoregion, gratis untuk umum hingga malam,” ujar Thamrin.

Meski demikian, Thamrin menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

Salah satunya keberlanjutan tanaman yang digunakan selama pameran. Menurut dia, tanaman yang menjadi bagian dari Flona sebaiknya tidak berhenti sebagai dekorasi selama acara.

Setelah pameran berakhir, tanaman tersebut dapat dipindahkan dan dimanfaatkan untuk memperkaya ruang publik di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait