Kerusakan Alam Jadi Pesan Penting di Pameran Art for Peace and a Better Future

Selasa 01-09-2026,20:15 WIB
Kerusakan Alam Jadi Pesan Penting di Pameran Art for Peace and a Better Future

Kerusakan lingkungan dan ancaman bencana alam menjadi sorotan dalam pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration yang digelar SBY Art Community (SAC) di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.--SBY Art Community

JAKARTA, DISWAY.ID - Kerusakan lingkungan dan ancaman bencana alam menjadi sorotan dalam pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration yang digelar SBY Art Community (SAC) di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Melalui beragam karya seni, para seniman menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi alam yang kian mengkhawatirkan, mulai dari kebakaran hutan, banjir, pemanasan global, hingga kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia..

Pameran ini merupakan acara kedua dari SBY Art Community (SAC) yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-499 yang akan berlangsung sampai 30 Agustus 2026.

BACA JUGA:Pekan Terakhir Pameran Asrul Sani di TIM, Saksikan Film hingga Live Painting Gratis

Tema perdamaian dan lingkungan menjadi pemantik kedua pameran SAC ini. Greener World, No more Choice adalah karya acrylic on canvas dari seniman Akbar Linggaprana berukuran 200 x 300 cm yang menampilkan lanskap surreal yang memadukan hutan dan lautan, menyingkap kegelisahan atas kerusakan ekosistem yang semakin nyata.

Figur ikan besar yang keluar dari habitatnya menjadi simbol terganggunya keseimbangan alam, seakan menegaskan bahwa ruang hidup makhluk laut telah tercemar dan tidak lagi aman.

BACA JUGA:GIIAS Surabaya 2026 Dibuka Besok, Simak Panduan Sebelum Datang ke Pameran

Visual pepohonan gersang, vegetasi berwarna kontras, serta atmosfer penuh ketegangan merepresentasikan kerusakan lingkungan: penebangan liar, pemanasan global, dan polusi industri.

“Apa yang kita hadapi seperti kebakaran hutan, banjir bahkan runtuhnya gletser atau bongkahan es di wilayah pegunungan Himalaya dekat perbatasan Nepal-Tibet adalah peringatan nyata untuk kita memperbaiki alam dan lingkungan kita," jelas Akbar Linggaprana tentang seni lukis sebagai wadah menyuarakan kegelisahan terhadap lingkungan.

BACA JUGA:Indo Water 2026 Resmi Dibuka, 700 Peserta dari 23 Negara Ramaikan Pameran di JIExpo

Karya dalam pameran SBY Art Community 2026 terbuka untuk dijual, dan sebagian hasil penjualan serta dukungan mitra diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial, termasuk pemberdayaan pelukis anak berkebutuhan khusus serta program kepedulian lingkungan seperti kampanye kesadaran publik dan kegiatan pelestarian ekosistem.

Dengan demikian, publik yang hadir maupun kolektor yang berpartisipasi tidak hanya membawa pulang karya seni, tetapi juga turut serta dalam gerakan budaya untuk perdamaian dan pelestarian lingkungan.

Pameran Art For Peace And A Better Future: Collaboration, didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kornfeld Galerie Berlin, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta sejumlah mitra seni dan budaya. Dukungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat seni rupa internasional.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait