IHSG Tutup Perdagangan di Zona Merah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Biang Kerok
Laju IHSG saat sesi perdagangan -Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah pada Rabu, 2 September 2026. Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan sentimen eksternal.
Salah satunya lonjakan harga minyak yang turut membebani pergerakan pasar saham global.
Berdasarkan pantauan Disway, IHSG ditutup melemah 4,17 poin atau 0,063 persen ke level 6.595,78.
BACA JUGA:IHSG Melemah 0,28 Persen ke Level 6.581,45 di Sesi I
Tekanan serupa juga terlihat pada kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, yang turut berakhir di zona merah.
Sentimen negatif dari pasar global menjadi salah satu perhatian investor.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat Tipis, Analis Perkirakan Masih Berpotensi Melemah
Bursa saham Wall Street sebelumnya ditutup mayoritas melemah, sementara kenaikan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi Treasury Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap pasar.
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melambat juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Menguat 0,60 Persen ke Level 6.564
Harga Minyak Melonjak
Di sisi lain, data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, sentimen negatif sendiri turut dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury.
"Data ekonomi menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang melambat," ucap Priyambada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: