Pramono Rampungkan 'PR' 8 Gubernur, Jalan Sejajar Rel Stasiun Pasar Minggu Diperlebar

Senin 14-09-2026,14:14 WIB
Reporter: Cahyono |
Pramono Rampungkan 'PR' 8 Gubernur, Jalan Sejajar Rel Stasiun Pasar Minggu Diperlebar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeksekusi pembangunan jalan sejajar rel menuju Stasiun Pasar Minggu. -Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeksekusi pembangunan jalan sejajar rel dengan memperlebar akses menuju Stasiun Pasar Minggu.

Pramono menargetkan, Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang sejajar dengan rel sepanjang 1,7 kilometer mulai dikerjakan secara fisik hingga rampung pada 2027.

Pramono mengatakan, rencana pembangunan jalan tersebut sudah diwacanakan oleh delapan gubernur sebelumnya.

BACA JUGA:Pramono Targetkan Jakarta Bebas Kabel Udara dalam Lima Tahun

Namun karena proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono saat mengunjungi Jalan Pagu Jaten Raya pada Senin, 14 September 2026.

Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, pembangunan membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeksekusi pembangunan jalan sejajar rel dengan memperlebar akses menuju Stasiun Pasar Minggu. -Cahyono-

Sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, terdiri atas 59 bidang pada 2025 dan enam bidang pada 2026. Ditambah delapan bidang dalam proses alih status aset, lahan yang tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari kebutuhan.

“Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang sedang dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga,” ungkapnya.

BACA JUGA:Menhub: KMP Virgo Transport 8 Tidak Overload, Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Pramono menjelaskan, jalan tersebut nantinya memiliki lebar 18–23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: