‎Mensos dan Wamensos Cek Operasional Bangunan Permanen SRT 3 Sulsel ‎

Selasa 15-09-2026,16:29 WIB
‎Mensos dan Wamensos Cek Operasional Bangunan Permanen SRT 3 Sulsel  ‎

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar, Selasa 15 September 2026.--Kemensos

‎Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Selatan berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektare. Sekolah ini saat ini menampung sebanyak 417 siswa, terdiri atas 29 siswa jenjang SD, 123 siswa SMP, dan 265 siswa SMA dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.

BACA JUGA:Gaduh Soal Desil, Kemensos Ungkap 12 Juta Data Baru Bikin Peringkat Berubah-ubah

Bangunan permanen ‎SRT 3 Provinsi Sulsel dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan yang terintegrasi, mulai dari gedung sekolah jenjang SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, guest house, dapur, ruang makan, rumah pompa, rumah genset, lapangan upacara, lapangan basket, hingga lapangan mini soccer.‎

‎Selain SRT 3 Provinsi Sulsel, terdapat 8 Sekolah Rakyat permanen lainnya di Sulawesi Selatan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Program prioritas Presiden Prabowo tersebut hadir untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Wamensos Agus Jabo Priyono lantaran daerahnya dipercaya menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Gaduh Soal Desil, Kemensos Ungkap 12 Juta Data Baru Bikin Peringkat Berubah-ubah

Menurut dia, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat serta menjadi penggerak roda ekonomi daerah. 

“Atas nama Pemprov Sulsel saya ucapkan banyak terimakasih ke presiden, menteri sosial dan Wamensos yang memberikan perhatian, memberikan Sulsel pembangunan Sekolah terbanyak di Indonesia timur,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah daerah mendukung program ini dengan menyediakan lahan kelas 1 dengan nilai fantastis, sebagai bukti dukungan terhadap Sekolah Rakyat. 

BACA JUGA:Kemensos Jamin Tak Ada Masalah di Data DTSEN, Perubahan Desil Dinamis

“Ini tanah kelas 1 nilainya tidak main-main Rp95 miliar tanah yang kami berikan dan juga kelas 1 bangunannya, Rp250 miliar dan miliaran rupiah per tahun untuk membiayai. Ada 9 sekolah rakyat yang sudah dibangun (di Sulsel) kali Rp250 miliar kurang lebih Rp2 triliun, lebih banyak dari belanja infrastruktur saya setahun, terimakasih banyak,” ucapnya saat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan Sekolah Rakyat di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. 

Hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Sulsel, para bupati dan wali kota, Kadis sosial Kabupaten/kota se-Sulsel, Tagana, pendamping PKH, OPD Sulsel, operator data SIKS-NG, Staf Khusus Menteri Sosial, Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: