Gawat! Rusia Ancam Putus Hubungan dengan AS, Bisa Jadi Perang Besar Nih!

Gawat! Rusia Ancam Putus Hubungan dengan AS, Bisa Jadi Perang Besar Nih!

JAKARTA, DISWAY.ID - Rusia memanggil duta besar AS untuk menyerahkan "catatan protes" atas pernyataan Presiden AS Joe Biden terkait invasi Rusia ke Ukraina. 

Kementerian luar negeri Rusia telah memperingatkan bahwa hubungan antara kedua negara dapat sepenuhnya terganggu karena pernyataan Biden dan tindakan AS terhadap konflik bersenjata di Ukraina.

"Ditekankan bahwa pernyataan presiden Amerika, yang tidak selayaknya diucapkan seorang negarawan, berpotensi membuat hubungan Rusia-Amerika berakhir," ujar pernyataan Kemenlu Rusia, dikutip dari The Hill, Rabu, 23 Maret 2022.

BACA JUGA:Imbas Gelaran MotoGP 2022, Lombok Jadi Wisata Populer Indonesia setelah Bali

"Aksi-aksi bermusuhan terhadap Rusia akan mendapat balasan cepat dan tegas," sambungnya.

Sebelumnya, Biden pernah menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "penjahat perang," "preman" dan "diktator pembunuh" atas invasi yang dilancarkan Moskow ke Ukraina pada 24 Februari.

Pernyataan tersebut pun memicu kemarahan Rusia. 

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca BMKG 23 Maret 2022: 21 Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Angin Disertai Petir

Dubes AS untuk Rusia, John Sullivan, pun dipanggil untuk menerima "nota protes" atas "pernyataan yang tidak dapat diterima."

Kemenlu AS belum berkomentar mengenai hal ini.

AS dan para sekutunya telah menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi kepada sejumlah bank dan jajaran elite Rusia atas invasi di Ukraina, yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya telantar.

BACA JUGA:Pertemuan Tingkat Menteri pada World Water Forum ke-9 Akhirnya Hasilkan 5 Rencana Aksi Utama

Biden menyebut Putin "penjahat perang" dalam sebuah pernyataan ke seorang reporter. 

Menlu AS Antony Blinken secara personal mengaku setuju dengan pandangan Biden terhadap Putin.

Sumber: