Teks Khutbah Jumat 25 September 2026 NU: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
Teks khutbah Jumat, 25 September 2026 dari Nahdlatul Ulama (NU) tentang hukuman bagi manusia yang merusak alam.--Gemini AI
من عصى الله في الأرض فقد أفسد في الأرض، لأن صلاح الأرض والسماء بالطاعة
Artinya: "Barangsiapa yang maksiat kepada Allah ,maka sungguh ia telah melakukan kerusakan di bumi. Karena sesungguhnya, bumi dan langit akan menjadi baik dan lestari dengan sebab ketaatan."
Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Dalam ayat lain, Allah SWT menjelaskan bahwa tindakan eksploitatif terhadap alam adalah prilaku orang-orang munafik. Dalam surat Al-Baqarah ayat 205, Allah SWT berfirman:
وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Artinya: "Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan." (QS. Al-Baqarah: Ayat 205)
Ayat ini memberikan gambaran tentang perilaku orang munafik yang selalu berupaya melakukan kerusakan terhadap ekosistem dan kelestarian lingkungan. Menurut sebagian ulama, kata تولى dimaknai sebagai pemimpin. Artinya, ketika mereka menjadi pemimpin, maka tindakan dan kebijakannya selalu berdampak kepada kerusakan lingkungan, bahkan berpotensi menyebabkan punahnya berbagai jenis biota.
Terkait hal ini Imam Ar-Razi menjelaskan:
الْقَوْلُ الثَّانِي: فِي تَفْسِيرِ قَوْلِهِ: وَإِذا تَوَلَّى وَإِذَا صَارَ وَالِيًا فَعَلَ مَا يَفْعَلُهُ وُلَاةُ السُّوءِ مِنَ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ بِإِهْلَاكِ الْحَرْثِ وَالنَّسْلِ
Artinya: " Pendapat kedua tentang penafsiran ayat وَإِذا تَوَلَّى adalah, ketika orang munafik menjadi pemimpin maka ia akan melakukan apapun yang dilakukan oleh para pemimpin yang buruk, seperti melakukan kerusakan di bumi dengan membinasakan tanaman dan keturunan.
Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Karena itu, marilah kita senantiasa melestarikan lingkungan tempat kita hidup. Kita bisa mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarang, menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, dan tindakan lain yang bertujuan untuk melestarikan alam.
Kemudian, jika kita sebagai pemangku kebijakan, gunakanlah wewenang yang dimiliki untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan. Jangan sampai kebijakan yang kita buat justru menjadi pemicu kerusakan alam.
Sebab, tindakan semena-mena yang kita lakukan terhadap alam hari ini bukan hanya akan mendatangkan bencana di dunia, tetapi pelakunya juga akan diancam dengan siksa yang pedih di akhirat kelak.
بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم
Khutbah II
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: