Qodari Klaim Bakom Jadi Sasaran Serangan Oligarki dan Kekuatan Asing
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyebut lembaganya tengah menghadapi serangan melalui postingan di media sosial dari akun anonim. Ia menyamakan postingan tersebut dengan "surat kaleng" dalam bentuk modern. -Disway/Anisha Aprilia -
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyebut lembaganya tengah menghadapi serangan melalui postingan di media sosial dari akun anonim. Ia menyamakan postingan tersebut dengan "surat kaleng" dalam bentuk modern.
Qodari mengatakan postingan anonim itu kemudian diperkuat dengan pemberitaan di sejumlah media massa. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi bagian dari serangan terhadap Bakom.
BACA JUGA:Astra Bekali 50 UMKM dengan Keterampilan Kelola Media Sosial dan Konten Digital
"Saat ini Bakom dalam posisi under attack. Bakom sedang diserang. Beredar surat kaleng dalam bentuk modern, yakni postingan di akun media sosial anonim," kata Qodari dikantornya, Rabu, 30 September 2026.
Qodari menyebut postingan tersebut sebagai surat kaleng karena identitas pembuatnya tidak diketahui. Dia mengatakan perbedaan dengan surat kaleng pada masa lalu hanya terletak pada media yang digunakan.
"Saya sebut anonim karena saya tidak tahu siapa itu. Jadi ini surat kaleng, Pak. Kalau dulu dikirim surat kaleng ya kertas, sekarang sudah berubah zamannya, berubah teknologi. Sekarang pakai postingan medsos. Tapi tidak mengubah esensi sebagai surat kaleng," ujarnya.
BACA JUGA:Gentengisasi Plered Siap Jalan, 500 Ribu Genteng Dikirim 2 Oktober
Selain postingan di media sosial dan pemberitaan, Qodari juga menyinggung adanya informasi mengenai rencana demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu universitas swasta.
Qodari kemudian mengaitkan serangan tersebut dengan pihak yang dia sebut sebagai oligarki, kekuatan asing, dan "londo ireng". Menurut dia, pihak-pihak tersebut khawatir Bakom berkembang menjadi lembaga yang lebih besar.
"Surat kaleng ini adalah proyeksi dari ketakutan oligarki, kekuatan asing, dan londo ireng yang takut Bakom di bawah kepemimpinan M. Qodari akan menjadi besar dan sulit mereka lawan," katanya.
Ia menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan perkembangan Bakom. Qodari mengatakan ada pihak yang berupaya mencegah Bakom bertransformasi menjadi lembaga yang lebih besar.
BACA JUGA:Garuda Wajib Menang! Indonesia Harus 'Pesta' Gol Lawan Bangladesh untuk Lolos Final
"Mereka takut Bakom akan bertransformasi dari kapal tunda menjadi kapal induk. Mereka sedang melakukan intersep dan sedang berupaya mengkondisikan agar pimpinan negara untuk tidak memberikan kepercayaan kepada Bakom untuk menjadi kapal induk dari asalnya kapal fregat," ujar Qodari.
Menurut Qodari, serangan tersebut merupakan upaya memenangkan pertarungan narasi. Ia menyebut pihak yang menyerang Bakom akan diuntungkan jika lembaga tersebut tetap kecil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: