Judi: Menang yang Kalah
Judi: Menang yang kalah-Ilustrasi -
Dulu orang berjudi harus datang ke tempat tertentu. Ada meja, kartu, dadu, atau orang-orang yang berkumpul sembunyi-sembunyi. Sekarang meja judinya bisa masuk ke kamar tidur. Bahkan bisa berada di telapak tangan.
Cukup sebuah telepon genggam, jaringan internet, dan sedikit uang. Judi tidak lagi mengetuk pintu rumah. Ia masuk melalui layar.
Itulah wajah baru perjudian: judi online.
BACA JUGA:Rahasia Disneyland bukan Istana dan Wahana, Ada 8 mesin di Balik Keajaibannya
Teknologinya baru, tetapi ilusinya sama. Janji menang besar, kaya cepat, dan hidup berubah dalam sekejap.
Rhoma Irama sudah mengingatkan bahaya itu jauh sebelum istilah judi online menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Melalui lagu “Judi”, ia seperti sedang membongkar sebuah penyakit sosial yang tidak pernah benar-benar sembuh. Penyakit itu hanya berganti pakaian.
Dulu kartu dan dadu.
Sekarang aplikasi dan algoritma.
Dulu meja judi.
Sekarang layar telepon.
BACA JUGA:Saya Tidak Lulus SMA (Seri 1)
Tetapi korbannya tetap manusia.
Menjual Mimpi, Membeli Kekalahan
Judi pada dasarnya menjual mimpi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: