Hasil Kajian Internasional Telusuri Hubungan Rokok Elektronik dan Diabetes
Kajian internasional berjudul “Association between electronic cigarette use and prediabetes, diabetes, and insulin resistance: a systematic review and meta-analysis” menganalisis bukti ilmiah yang tersedia mengenai hubungan penggunaan rokok elektronik den-ArthurHidden-magnific
JAKARTA, DISWAY.ID – Potensi rokok elektronik sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional menjadi salah satu aspek yang turut dibahas dalam kajian mengenai risiko kesehatan produk tersebut.
Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah hubungan antara penggunaan rokok elektronik dan diabetes.
Kajian internasional berjudul “Association between electronic cigarette use and prediabetes, diabetes, and insulin resistance: a systematic review and meta-analysis” menganalisis bukti ilmiah yang tersedia mengenai hubungan penggunaan rokok elektronik dengan prediabetes, diabetes, dan resistensi insulin.
BACA JUGA:Iklan Rokok Masih Berseliweran di Medsos, 882 Konten Dilaporkan Sepanjang 2026
Penelitian yang dipimpin Prof. Riccardo Polosa dari University of Catania, Italia, tersebut menggabungkan 10 studi observasional dengan total lebih dari 2,8 juta orang dewasa di Amerika Serikat, Skotlandia, dan Korea Selatan.
Hasil kajian itu tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan rokok elektronik dan diabetes.
Meski demikian, temuan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa penggunaan rokok elektronik bebas dari risiko diabetes.
BACA JUGA:IHSG Ambruk 73 Poin, Saham Rokok Ikut Berdarah Usai Purbaya Lengser
Temuan tersebut juga didukung oleh satu-satunya studi prospective cohort yang masuk dalam kajian.
Penelitian yang mengamati kondisi kesehatan sekitar 249 ribu responden selama empat tahun itu tidak menemukan peningkatan kejadian diabetes tipe 2 yang signifikan secara statistik pada pengguna rokok elektronik.
“Bukti yang ada saat ini tidak menunjukkan adanya hubungan independen yang jelas antara penggunaan rokok elektronik dan diabetes yang didiagnosis secara klinis,” demikian tertulis dalam laporan, dikutip Jumat 9 Oktober 2026.
Kajian tersebut menggunakan pendekatan systematic review dan meta-analysis, yakni metode yang mengumpulkan serta menganalisis hasil sejumlah penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya.
BACA JUGA:Studi JAMA Ungkap Cara Alternatif untuk Beralih dari Kebiasaan Merokok
Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hubungan penggunaan rokok elektronik dengan berbagai indikator terkait diabetes.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: