IHSG Memerah di Awal Pekan, Tertekan Reformasi Pasar Modal

Senin 12-10-2026,15:47 WIB
IHSG Memerah di Awal Pekan, Tertekan Reformasi Pasar Modal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan di awal pekan--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.

Setelah sempat dibuka menguat, IHSG justru berbalik melemah di tengah perhatian investor terhadap reformasi pasar modal dan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat ke level 6.108,10.

Namun, indeks kemudian berbalik arah dan merosot ke level 5.975,78 saat penutupan sesi I.

BACA JUGA:IHSG Naik 0,24% ke 6.108,10 di Pembukaan Senin

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sentimen pasar masih dipengaruhi oleh reformasi pasar modal dan evaluasi MSCI.

Implementasi penyesuaian serta upaya peningkatan kualitas tata kelola dinilai turut memengaruhi persepsi investor terhadap tingkat investabilitas pasar saham Indonesia.

"Para pelaku pasar berpotensi tetap selektif dan mengurangi eksposur pada saham yang dinilai memiliki risiko likuiditas atau transparansi lebih tinggi," tutur Nafan kepada media secara daring, Senin 12 Oktober 2026. 

BACA JUGA:IHSG Balik Arah ke Zona Hijau, Tembus Level 6.093 Jelang Weekend

Meski demikian, terdapat pula potensi sentimen positif yang dapat menopang pasar modal Indonesia. Salah satunya berasal dari rencana Danantara memanfaatkan peluang investasi ketika pasar mengalami tekanan.

Nafan mengatakan, Danantara menyatakan terbuka untuk masuk ke pasar saham apabila valuasi dinilai menarik.

Rencana tersebut mencakup tambahan investasi sekitar USD 1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi pasar.

"Danantara menyatakan terbuka untuk masuk ke pasar saham apabila valuasi dinilai menarik, dengan rencana tambahan investasi sekitar USD 1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi market," ujar Nafan.

BACA JUGA:IHSG Anjlok 106 Poin ke 6.039, Rupiah dan The Fed Jadi Biang Keladi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: