Orang Have Gak Cuma Dilihat dari Banyaknya Aset, Ini Pesan Wealth Wisdom 2026
(ki-ka) Atiqah Hasiholan, Permata Bank Brand Ambassador ; Eddie Sajoga, Direktu r Consumer & Branch Banking Permata Bank ; Glenn Ranti, Div. Head Strategic Marketing & Communication Permata Bank Dalam Media Briefing Wealth Wisdom 2026 di Jakarta--istimewa
Pada penyelenggaraan di Jakarta, Wealth Wisdom 2026 menghadirkan empat kelas yang membahas berbagai aspek pengelolaan kekayaan dan kesiapan menghadapi masa depan.
Kelas Navigating Indonesia’s Next Chapter membahas perkembangan ekonomi dan investasi bersama Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat; Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank; serta Lai Eu-Roy, Head of Investment, Eastspring Al-Wara’ Investments.
Sementara itu, kelas Leading with Integrity & Purpose menghadirkan Yozua Makes, Founder & CEO Plataran Indonesia, yang berbagi perspektif mengenai kepemimpinan berlandaskan integritas dan tujuan.
Aspek kesehatan dan perlindungan jangka panjang turut dibahas dalam kelas Investing in Health & Well-being bersama dr. Gia Pratama, dokter dan penulis, serta dr. Tengku Raya Sharin, Operations Group Head PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life).
BACA JUGA:Fantastis! Harta Prabowo Naik Rp4,52 Miliar, Total Kekayaan Tembus Rp2 Triliun, Ini Rincian Asetnya
Adapun kelas Expanding Wealth & Influence Through Networks menghadirkan Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014–2019 sekaligus Founder Susi Air, bersama Arief Wana, Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. Keduanya berbagi perspektif mengenai jejaring, pengembangan bisnis, dan peluang pertumbuhan.
Keseluruhan rangkaian Wealth Wisdom 2026 mengacu pada enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
Keenam pilar tersebut mencakup kebiasaan finansial, tujuan hidup, kesehatan, hubungan dengan orang lain, kontribusi sosial, serta pengalaman bermakna.
BACA JUGA:Pelaku Usaha Hadapi Risiko Tak Terduga, Allianz Utama Tekankan Proteksi Aset dan Pendapatan
Pendekatan ini menempatkan kekayaan tidak hanya sebagai sesuatu yang diakumulasi, tetapi juga sebagai sumber daya yang perlu dikelola agar selaras dengan prioritas kehidupan.
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan bahwa kebutuhan pengelolaan kekayaan semakin beragam seiring perubahan prioritas dan tahap kehidupan nasabah.
“Wealth management tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga, bisnis, dan generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurut Eddie, edukasi dan pendampingan yang relevan diperlukan agar nasabah dapat mengambil keputusan finansial yang sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka.
BACA JUGA:KPK OTT di BNPB: Sestama dan 13 Orang Diamankan, Penyidik Sita Rp1,4 Miliar beserta Aset emas
Pendampingan Finansial hingga Generasi Penerus
Untuk mendukung kebutuhan nasabah, Permata Bank memadukan pendampingan personal melalui Relationship Manager (RM) dengan kemudahan teknologi digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: