Mengenal Sejarah Tan Peng Nio, Wanita Tionghoa yang Dijuluki 'Mulan van Java' dari Kebumen

Senin 26-10-2026,13:29 WIB
Mengenal Sejarah Tan Peng Nio, Wanita Tionghoa yang Dijuluki 'Mulan van Java' dari Kebumen

Kisah Tan Peng Nio, Legenda Prajurit Perempuan dari Kebumen---Dok. Istimewa

Tan Peng Nio diceritakan bergabung dengan pasukan tersebut dengan menyamar sebagai prajurit laki-laki. Berbekal ilmu bela diri yang dipelajarinya, ia dikisahkan ikut mengangkat senjata dalam pertempuran.

Cerita kemudian menyebut identitas Tan Peng Nio terbongkar ketika ia melepas penutup kepalanya setelah pertempuran. Rambut panjang yang terlihat membuat orang-orang mengetahui bahwa prajurit tersebut sebenarnya seorang perempuan.

Dalam versi legenda itu, Sulaiman Kertawangsa kemudian menikahi Tan Peng Nio. Ia memperoleh gelar kebangsawanan Raden Ayu Tan Peng Nio dan disebut menjadi istri kedua Sulaiman.

Pasangan tersebut dikisahkan memiliki dua anak, yakni Endang Kertawangsa, yang juga disebut memiliki nama Tionghoa Tan Eng Kiat, serta seorang anak perempuan bernama Mulatningrum. Keturunan mereka kemudian dikaitkan dengan perjalanan keluarga Kolopaking pada generasi berikutnya.

Meski kisah penyamaran dan pernikahan tersebut menjadi bagian paling terkenal dari legenda Tan Peng Nio, detail-detailnya belum seluruhnya dapat dipastikan melalui sumber sejarah tertulis yang independen.

BACA JUGA:5 Film Perjuangan Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan!

Benarkah Tan Peng Nio Putri Jenderal Dinasti Qing?

Salah satu pertanyaan utama mengenai Raden Ayu Tan Peng Nio adalah kebenaran identitas ayahnya. Dalam cerita populer, ia disebut sebagai putri jenderal Tiongkok bernama Tan Wan Swee yang berusaha menggulingkan Kaisar Qianlong.

Akan tetapi, nama dan kisah pemberontakan tersebut perlu ditelusuri lebih jauh. Catatan sejarah Dinasti Qing yang menjadi rujukan umum tidak memberikan dukungan yang jelas terhadap cerita tentang seorang jenderal bernama Tan Wan Swee atau Chen Wanrui yang melakukan kudeta pada periode awal pemerintahan Kaisar Qianlong.

Kaisar Qianlong mulai memerintah pada 1735. Sementara itu, kisah kedatangan Tan Peng Nio ke Batavia ditempatkan pada sekitar 1740-an. Kesesuaian kronologi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa cerita tentang ayahnya benar-benar terjadi.

Nama Tan Peng Nio juga memiliki ciri yang kerap dijumpai dalam penamaan perempuan Tionghoa peranakan pada masa kolonial. Meski demikian, kesamaan pola nama bukan bukti tunggal yang dapat memastikan asal-usul maupun riwayat keluarganya.

Karena itu, cerita mengenai Tan Peng Nio sebagai putri jenderal Dinasti Qing sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi legenda yang masih membutuhkan pembuktian historis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: