Hati-Hati, Perlengketan Usus Bisa Picu Nyeri Perut dan Melibatkan Saluran Kemih
Meski tidak selalu menimbulkan keluhan, perlengketan usus pada sebagian pasien dapat mengganggu fungsi organ dan memerlukan penanganan lebih lanjut.--magnific
Jika perlengketan menyebabkan sumbatan usus, pasien juga dapat mengalami gejala yang lebih serius.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Ketika Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih
Penanganan menjadi lebih kompleks ketika perlengketan berada dekat atau melibatkan saluran kemih, terutama ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih.
Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Eko berkolaborasi dengan dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology, Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital.
Dokter bedah digestif berperan menangani gangguan pada usus, termasuk melepaskan perlengketan apabila diperlukan. Sementara itu, dokter urologi rekonstruksi membantu mengevaluasi dan menangani keterlibatan saluran kemih, termasuk tindakan perbaikan atau rekonstruksi sesuai indikasi medis.
“Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antar organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan,” ungkap dr. Donny.
Kolaborasi kedua spesialis tersebut bertujuan memastikan setiap organ yang terlibat mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai, dengan mempertimbangkan fungsi organ serta kondisi pasien secara keseluruhan.
BACA JUGA:Vaksin Kanker Asal Rusia Dapat Tangani Kanker Usus Besar, Kemenkes: Dongkrak Harapan Hidup Penderita
Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Sebelum menentukan terapi, dokter akan mengevaluasi riwayat operasi, melakukan pemeriksaan fisik, serta mempertimbangkan pemeriksaan penunjang seperti CT scan sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai kondisi organ dan kemungkinan komplikasi. Namun, perlengketan tidak selalu dapat terlihat secara langsung melalui pemeriksaan pencitraan.
Tidak semua pasien memerlukan operasi. Apabila ditemukan gangguan yang membutuhkan tindakan, dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, dan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.
Kolaborasi multidisiplin ini menjadi bagian dari pengembangan layanan Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam menangani kasus kompleks melalui kompetensi dokter spesialis, dukungan fasilitas diagnostik, dan layanan medis terintegrasi.
BACA JUGA:Kanker Usus yang Diderita Qomar Menyebar ke Liver, Jarwo Kwat Ungkap Kondisi Terkini
dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyampaikan bahwa pendekatan multidisiplin merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan pasien.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: