Vaksin Kanker Asal Rusia Dapat Tangani Kanker Usus Besar, Kemenkes: Dongkrak Harapan Hidup Penderita
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia ungkap vaksin kanker asal Rusia dapat tangani kankes usus besar.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia ungkap vaksin kanker asal Rusia dapat tangani kankes usus besar.
Dengan hasil penelitian yang telah dijalani, Kemenkes menyambut positif pengembangan dan potensi ketersediaan vaksin kanker terapeutik yang dikembangkan di Rusia.
Vaksin ini disebut-sebut menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis, khususnya untuk penanganan pasien dengan kanker usus besar (kolorektal).
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Narkoba Jaringan Iran, Sita 200 Kg Sabu dan 13 Ribu Ekstasi
BACA JUGA:Mitsubishi Xforce: Compact SUV untuk yang Berjiwa Adventure
Kemenkes melihat potensi ini sebagai harapan baru yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup penderita kanker di Tanah Air.
Dr. Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan teknologi kesehatan global, termasuk inovasi dari Rusia ini.
"Nah artinya uji coba vaksin yang di Rusia itu sebenarnya satu potensi untuk kanker usus, itu sama sebenarnya mau mencoba untuk seperti kanker leher rahim karena kanker kolorektal atau kanker usus itu lebih banyak juga dikenakan oleh infeksi bakteri virus," ujar Siti Nadia kepada awak media, Senin 29 September 2025.
"Makanya yang bakteri virus yang udah ketahuan kayak HPV itu kan penyebabnya sebagian besar dari virus HPV. Jadi dia bisa kita cari vaksinnya. Tapi kalau ini kan kolorektal sudah juga oleh bakteri," sambungnya.
BACA JUGA:Disanksi FIFA 12 Bulan, Facundo Garces Diam-diam Hapus Bendera Malaysia dari Profilnya, Ada Apa?
Mekanisme Kerja Vaksin dan Target Kanker Usus
Vaksin kanker yang dikembangkan oleh Rusia ini dilaporkan berfungsi sebagai vaksin terapeutik, bukan pencegah (profilaksis) seperti vaksin pada umumnya.
Mekanismenya adalah melatih sistem kekebalan tubuh pasien untuk secara spesifik mengenali dan menyerang sel-sel kanker yang ada.
Fokus pada kanker usus besar sangat relevan mengingat tingginya insiden kanker ini di Indonesia. Kanker usus besar merupakan salah satu kanker paling mematikan dan sering didiagnosis pada stadium lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: