Layar Marlupi

Layar Marlupi

--

Saat melayat Jumat malam kemarin saya ikut bertepuk tangan berkali-kali. Wanita di sebelah saya juga terus bertepuk tangan sambil terisak-isak sedih. Wanita itu putri pertama jenazah yang disemayamkan di situ –di rumah duka Adi Jasa, Surabaya.

Nama wanita terisak itu Anda sudah tahu: Fifi Sijangga. Nama ibunyi yang meninggal pun Anda sudah tahu: Marlupi Sijangga –tokoh legenda balet Indonesia.

Marlupi meninggal di usia 90 tahun –di adat Tionghoa biasa membulatkan angka 89 menjadi 90. Di hari Marlupi meninggal itu nyaris bersamaan dengan usia ke-70 akademi balet yang dia dirikan: Marlupi Dance Academy.


--

Marlupi sebenarnya punya keinginan di ulang tahun ke-70 akademi tari itu, diadakan pertunjukan balet yang istimewa di Jakarta: di Taman Ismail Marzuki. Memang satu prestasi besar sebuah akademi bisa bertahan sampai umur 70 tahun –bahkan justru terus berkembang lebih maju.

Persiapan pertunjukan terus dilakukan. Bahwa puncak acaranya dilakukan di Jakarta karena pertumbuhan Marlupi Dance Academy terpesat ada di Jakarta: sudah punya lebih 25 cabang. Total lebih 50 cabang di seluruh Indonesia dengan jumlah siswa 3.500 orang.

Persiapan puncak acara pun sudah matang. Ternyata Marlupi meninggal dunia. Pertunjukan tidak dibatalkan. Justru sekaligus untuk mengantarkan Marlupi menuju surganyi. Pertunjukan itu disiarkan secara live streaming yang bisa ditangkap di ruang jenazah di Surabaya.


--

Satu layar besar dipasang di ujung ruang duka. Lima layar lainnya disebar di berbagai sudut. Saya duduk satu meja dengan tiga anak Marlupi: si sulung Fifi Sijangga dan si kembar Mar Dwatmadja dan Mar Dwatmadji. Kata "Mar" di depan nama si kembar diambil dari nama mamanya.

Untung saya datang lebih awal: sempat berdoa di depan jenazah, membungkuk tiga kali ke peti, sekali ke arah keluarga di kanan peti, dan sekali ke arah keluarga di kiri peti. Lalu kami sama-sama menuju meja duka untuk mendapat sajian nasi uduk (nasi lemak), wedang ronde, dan berbagai minuman beserta kue. "Sebentar lagi kita nonton live streaming dari Taman Ismail Marzuki Jakarta," bisik Fifi ke telinga saya.

Maka mulailah kami menonton pertunjukan balet ulang tahun ke-70 Marlupi Dance Academy –sekaligus balet pengantar pendirinya ke surga.

Adegan pertama adalah balet kolosal: panggung penuh dengan penari balet. Saya tidak tahu apa judul balet itu. Tapi indah sekali.

Tampilan kedua bikin gemes: balet anak-anak kecil murid akademi. Sekecil itu sudah bisa balet begitu bagus.

"Untuk bisa seperti itu mereka sudah berapa lama berlatih di akademi?"

"Tiga tahun. Setidaknya dua tahun," ujar Fifi sambil terus memperhatikan anak-anak didiknyi di layar.

"Umur berapa paling kecil yang bisa diterima di akademi?"

"2,5 tahun," jawab Fifi. "Anak sekarang umur 2,5 tahun sudah pintar-pintar," tambahnyi dalam bahasa Inggris. "Mungkin orang tua sekarang menyiapkan anak mereka lebih baik dibanding zaman dulu," ujar Fifi.

Tiba-tiba tangan Fifi menunjuk ke layar. "Look. That anaknya Pak Syahroni, anggota DPR," ujar Fifi. "Anak beliau masuk akademi yang di Sunter," tambah Fifi.


--

Pertunjukan keempat terlihat beda. Ternyata mereka adalah guru-guru akademi yang di Jakarta. Mereka tidak mau kalah dengan tampilan murid-murid balet sendiri. "Para guru ingin turut berduka dengan cara menari balet," kata Fifi. Marlupi adalah gurunya para guru itu.

"Pertunjukan berikutnya adalah balet yang paling digemari mama," kata Fifi. "Tuh sudah mulai," tambahnyi.

Oh... ini. Balet yang ini sih saya tahu judulnya: Swan Lake. Penarinya remaja. Saya ikut tidak berkedip. Bagus sekali. Rasanya inilah Swan Lake terbaik yang pernah saya tonton di dalam negeri. Duh kaki-kaki yang lincah yang hanya bertumpu pada ujung ibu jari itu, betapa matangnya mereka. Rasanya tidak kalah dengan Swan Lake yang pernah saya tonton di salah satu panggung balet dunia. Di Leningrad –sekarang St. Petersburg.

"Kalau di mata Anda berapa nilai Swan Lake para remaja di layar itu?" tanya saya kepada Fifi.

"Very good. Seven," jawab Fifi.

Rasanya almarhumah Marlupi ikut tersenyum bangga dari dalam peti jenazah: akademinyi mencapai usia 70 tahun. Yang lebih bangga lagi: dia punya anak segila dirinyi sendiri: Fifi.

Fifi gila balet. Gila beneran. Melebihi gila mamanyi.

"Kalau kegilaan mama terhadap balet saya nilai 100, berapa kegilaan Anda?" tanya saya ke Fifi.

"150," jawab Fifi. "Yes. Sure," tambahnyi.

Rasanya saya setuju dengan itu. Anak lebih hebat dari orang tua. Fifi membuktikan itu dengan membuat Marlupi Dance Academy tidak lagi hanya jago kandang. Fifi berani "menantang" Jakarta. Dia melihat Jakarta adalah medan tempur yang lebih besar –yang bila berhasil hasilnya luar biasa.

Fifi berhasil. Tidak mudah. Jakarta tidak kenal Marlupi, apalagi Fifi. Di Jakarta sudah ada buah bibir yang lebih internasional: Farida. Anda sudah tahu siapa Farida –lebih tahu lagi setelah disebut nama lengkapnyi: Farida Syuman.

Farida adalah pebalet pertama Indonesia yang bisa sekolah sampai di ''Harvard''-nya balet: Akademi Balet Bolshoi di Rusia –Uni Soviet saat itu.

Waktu di Rusia itulah Farida kenal dengan mahasiswa Indonesia yang belajar perfilman di sana: Syumanjaya. Mereka pun kawin. Punya dua anak. Cerai. Dua-duanya tetap jadi legenda: Farida di balet, Syumanjaya di penyutradaraan film. Dua-duanya sudah meninggal dunia.

Marlupi pernah belajar balet ke Farida. Sebentar. Lalu belajar ke Singapura, Hong Kong, Swiss, dan Kanada. Fifi disekolahkan balet sampai ''Harvard''-nya balet yang lain: London.

Di tangan generasi kedua, akademi Marlupi berkembang pesat. Kini sudah ada ratusan cabang akademi di seluruh Indonesia –terbanyak di Jakarta. Muridnya tidak hanya dari Indonesia. Juga dari Singapura, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

"Red Balerina" julukan untuk balerina dari Marlupi, sangat ditakuti oleh peserta lomba balet di Asia. Sudah10 Red Balerina dilahirkan Marlupi yang levelnya sudah dunia. Tiga di antaranya kini sedang dalam puncaknya.

Salah satu dari tiga itu putri Fifi sendiri. Sayang saat sedang tampil di Miami, Amerika, dia cedera punggung. Harus berhenti balet. Untungnya dia punya bakat lain seperti bakat yang dimiliki oma dan mamanyi: bakat mengajar. Tidak semua balerina hebat punya kemampuan mengajar yang baik.

Marlupi Dance Academy kini menjadi akademi balet terbesar di Indonesia –bahkan Asia Tenggara.

Marlupi sendiri ternyata singkatan dari Marry –bunda Maria– dan Dewi Palupi –istri Arjuna yang sangat cantik dan baik hati di dunia pewayangan. Indonesia berutang nama baik di dunia balet kepada Marlupi.

Sudah lebih 30 tahun saya bersahabat dengan keluarga Marlupi yang baik hati. Sejak dulu dia sering datang ke kantor redaksi: bawa sekeranjang lemper. Saya minta kepada Marlupi untuk meramaikan kantor kami yang masih sepi, berantakan, dan belum sepenuhnya jadi: dia mau buka kelas balet di gedung kami. Sampai saya sudah lama meninggalkan gedung itu Marlupi masih di sana. Sampai pun dia meninggal dunia.

Rumah duka malam itu penuh dengan pelayat yang umumnya penari balet. Sesekali saya melirik ke peti jenazah: saya khawatir Marlupi tidak tahan melihat kesedihan mereka lalu bangkit ikut menari di layar balet bersama mereka.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 November 2026: Anak Sembrono

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KEBIASAAN BISA MENGUBAH DOSA JADI RUTINITAS..

“Sembrono adalah anak kandung kebiasaan.”

Kalimat Pak Dahlan ini pendek. 

Tetapi seperti tamparan yang tidak perlu mengangkat tangan.

Awalnya mungkin hanya sekali. 

Lalu dua kali. 

Lama-lama menjadi kebiasaan. 

Sesuatu yang dulu terasa salah, akhirnya dianggap biasa. 

Bahkan mungkin dianggap bagian dari pekerjaan.

Begitulah bahayanya kebiasaan. 

Ia bukan hanya membuat orang terampil mengulang perbuatan. 

Ia juga bisa membuat orang kehilangan kemampuan membedakan mana yang patut dan mana yang tidak.

Orang yang terlambat sekali masih merasa bersalah. 

Kalau terlambat setiap hari, bisa-bisa justru jam nya dianggap bersalah.

Begitu pula dalam penggunaan kewenangan. 

Ketika batas dilanggar berulang kali tanpa koreksi, pelanggaran bisa terasa seperti prosedur resmi.

Maka, pengawasan bukan sekadar mencari siapa yang salah. 

Pengawasan juga harus memutus kebiasaan buruk sebelum berubah menjadi budaya.

Sebab kalau kesembronoan sudah menjadi budaya, yang perlu diperiksa bukan hanya pelakunya. 

Jangan-jangan cara berpikir lembaganya juga perlu diaudit.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DAFTAR 14 POLITISI MUSLIM YANG MENANG DALAM PEMILU "SELA" DI AS...

SENAT AS:

1) Abdul El Sayed (Michigan), dokter dan mantan pejabat kesehatan. 

DPR AS: 

2) Adam Hamawy (New Jersey), dokter bedah. 

3) Darializa Avila Chevalier (New York), aktivis. 

4) Rashida Tlaib (Michigan), pengacara. 

5) Andre Carson (Indiana), politisi petahana. 

6) Ilhan Omar (Minnesota), mantan pengungsi Somalia. 

7) Lateefah Simon (California), aktivis hak sipil.

SENAT NEGARA BAGIAN:: 

8) Aber Kawas (New York), aktivis komunitas.

9) Nabeela Syed (Illinois), politisi muda. 

10) Abbas Alawieh (Michigan), aktivis politik.

DPR MEGARA BAGIAN: 

11) Jalal Abdallah. 

12) Alabas Farhat (keduanya Michigan). 

13) Munira Abdullahi. 

14) Ismail Mohamed (no 13 dan 14 - keduanya Ohio).

###

Mereka beragam latar belakangnya. 

Namun, sebagian dikenal kritis terhadap kebijakan Trump, terutama imigrasi, diskriminasi, dan dukungan AS kepada Israel. 

Mereka bukan sekadar membawa identitas Muslim. 

Mereka membawa suara politik yang tidak selalu sejalan dengan Gedung Putih.

Momon Atun

Nguping, mencuri dengar dan sebangsanya memang asyik sekali. Ibarat catur kan enak klw sudah bisa membaca 1-2 langkah kedepan. 

Tapi dengan catatan selama tidak ketahuan, klw ketahuan y resikonya gede juga. 

Yang jadi pertanyaan "apa keuntungan terbesar sampai berani bayar resiko besar?"

Kekayaan? Jabatan? Wanita? Atau sekedar hobi berbahaya/adrenalin? 

Sebagai rakyat kecil "saya prihatin" (Sambil tertawa dalam hati haha) 

Sekelas Orang paling penting saja kena sadap, apalgi orang ring paling pinggir dr lingkaran bernegara. 

Sekarang jadi hati hati pakai hp, jgn jgn juga di sadap haha.. 

Tetaplah berbuat baik, orang mungkin tidak tahu tapi Tuhan maha tahu

Achmad Faisol

semula saya mengira ketahuan penyadapan ilegal ini setelah lewat proses teknologi tinggi, misalnya scan frekuensi, filter gelombang, atau penyadapan sang penyadap...

ternyata, di chd, hanya gara-gara barang kok ga ada di mabes... lalu dicari, dan terbongkar...

persis dulu kejadian teroris tertangkap gara-gara saat operasi tertib lalu lintas ga punya surat-surat, bukan karena penggerebekan…

Sulaspin

Memindahkan dan membawa pulang barang milik kantor sudah biasa. Sudah lumrah dan jamak. Bukan barang aneh lagi. Bahkan sudah jadi tradisi. Laptop, kendaraan dst. Seakan akan menjadi milik pribadi. Inilah kondisi birokrasi negeri ini. Tak ada batas antara milik negara dan milik keluarga. Semua serba abu abu. Remang remang.

heru pujihastono

Sembrono adalah anak kebiasaan. Inhimak ( انهماك) sdh tenggelam dlm kebiasaan sehari-hari hari. Sudah berapa tahun kebiasaan keliru itu berjalan dlm berbangsa? Sehingga dlm praktik tata kelola pelayanan masyarakat berkembang : " ah sok alim" , " cari yg haram saja sulit apalagi yg halal", " kucing pilek" atau kalimat lain. Saya search : ternyata sejak 2002, dengan amandemen UUD 1945 sebanyak empat (4)kali , memasukkan " kebebasan" di negeri ini. Sdh 24 tahun kita sembrono, lantas berapa waktu perlu penyembuhan kanker ini. Prof Brahmana bisa jelaskan utk kanker ginekologi. Utk kanker bangsa? .... Nawaitu dan willingnes

Fauzan Samsuri

Sebrono adalah anak kandung kebiasaan (tulis Abah DI), kebiasaan yang melahirkan sebrono adalah kebiasaan jelek, kalau kebiasaan baik tentu bukan sebrono yang dilahirkan, melainkan ketelitian. Artinya sikap sebrono dan teliti ini tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan, kebiasaan yang diajarkan melalui pendidikan. Negara yang terkenal dengan sistem pendidikan yang baik mempunyai korelasi terhadap penegakan hukum yang baik, sebut saja misalnya Denmark, Finlandia, Jepang dan tetangga kita Singapura, kalau kita, mungkin masih perlu waktu untuk memperbaikinya. 

Beny Arifin

Penyalahgunaan wewenang penyadapan pernah terjadi di KPK. Di jaman Antasari Azhar jadi ketua. Terungkap di persidangan dia memerintahkan penyadapan Nasrudin Zulkarnaen padahal tidak sedang berpekara di KPK. Terbukti juga penyadapan dilakukan untuk keperluan pribadi. Kasus ini sempat jadi kasus heboh dijamannya. Selevel hebohnya dengan kasus Sambo. Ada bumbu2 asmaranya juga. Seingat saya saat itu pulalah nama Boyamin Saiman kawan pak Dahlan ini mulai dikenal. Sebagai pengacara Nasrudin, tapi belakangan berbalik jadi pengacara Antasari. Memang sudah antik dari awal Boyamin ini. Kembali ke penyadapan. Apapun lembaganya, penyadapan rawan disalah gunakan. Jadi bukan hanya lembaga mana yang perlu dievaluasi, SOP nya juga harus. Apalagi buat orang kita, nguping dan ngintip ada kenikmatan tersendiri. 

de anto

semua itu karena petarung sejati PERTAHANKAN SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN..... sekelas Bung Karno, Soeharto mungkin nggak seberani ini ?

Tv Tcl

Telkomsel menyediakan layanan SMS Location Based Advertising (LBA) melalui platform MyAds dan DigiAds untuk menjangkau pelanggan di lokasi tertentu secara tepat sasaran. Layanan ini memanfaatkan data lokasi pengguna (berdasarkan BTS) untuk mengirimkan pesan promosi berupa SMS, MMS, atau Pop-Up USSD kepada audiens yang berada dalam radius geografis yang ditentukan, seperti di sekitar pusat perbelanjaan atau kawasan perkantoran. 

Untuk menggunakan layanan ini, pengiklan dapat mendaftar di MyAds Telkomsel atau menghubungi Telkomsel Enterprise. Prosesnya mencakup pemilihan lokasi penyebaran, penargetan profil pelanggan (seperti usia atau jenis kelamin), serta pengaturan jadwal pengiriman. Kampanye LBA Telkomsel dikenal efektif untuk mendorong kunjungan fisik ke toko atau lokasi bisnis karena pesan dikirimkan secara real-time kepada pelanggan yang sedang berada di area target

Jokosp Sp

Apakah ada sejenis alat lain atau LIMS yang dibisniskan?. Kami kalau mau ke Mall terbesar di Banjarmasin pasti melewati jalan yang membelah kota, yaitu jalan A.Yani. Anehnya setiap kami melewati depan Toko Donat terbesar di Indonesia itu, selalu kami sekeluarga mendapat SMS secara bersamaan iklan penjualan Donat. Kami saling info, ternyata dapat SMS yang sama: Isi iklan penjualan Donat. Aneh kan, nomer kami semua terdeteksi oleh sebuah perusahaan Donat?. Berarti semua yang lewat di depan toko itu, di jalan itu pasti terdeteksi dan mendapat iklan penjualan Donat lewat SMS. Tak terkecuali para polisi. Ini kan tindakan yang juga dikategorikan ilegal?. Apakah polisi tidak tahu?. Bukannya yang lewat Jalan A.Yani tersebut semua masyarakat?. Ternyata dari ngobrol di keluarga dan famili juga sama kasusnya, setiap lewat di jalan dan pas di depan toko tersebut muncul SMS iklan Donat. Muncul pertanyaan lagi: Apakah karena perusahaan itu mampu beli alat tersebut?. Kenapa hanya beberapa perusahaan dagang saja?. Kenapa perusahaan dagang yang lainnya tidak mengenal atau mampu beli/ menggunakan alat tersebut?. Inilah keanehan-keanehan yang adanya di negara Kanoha. Nomor HP dideteksinya dan terekam bukan oleh Operator resmi.

Ahmad 9389

Mungkin dunia pendidikan dikonoha perlu memfasilitasi jurusan kejahatan, agar orang jahat semakin jahat, yang korup semakin korup. Setelah lulus mereka harus berjanji untuk menguntungkan negara sendiri.

Eh, jangan-jangan nanti mereka malah ngakalin supaya ga perlu bayar UKT/SPP.

Mana mungkin juga penjahat berjuang demi negaranya?

Ah sudahlah, sekolah dari TK sampai tua kalau jadi penjahat tetap rugi juga.

Wilwa

Prabowo Dipecat karena Melanggar Hierarki Operasi dan Disiplin TNI. 11 Jun 2014. Berita Satu. Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional Jendral Hendropriyono kembali menegaskan Prabowo Subianto DIPECAT karena dianggap telah melakukan pelanggaran dan mengabaikan sumpah TNI. Demikian judul Youtube dan summary nya. Hmmmm.

Berita ini terkait dengan pra pilpres 2014. Hendropriyono adalah pendukung Mega sehingga otomatis memihak Jokowi dan Jusuf Kalla vs Prabowo dan Hatta Radjasa. Yang menarik adalah penggunaan istilah DIPECAT dalam judulnya, bukan DIBERHENTIKAN seperti yang ada dalam ucapan Hendropriyono di isi youtube nya. Padahal dipecat bisa ditafsirkan diberhentikan dengan TIDAK HORMAT. Faktanya Prabowo setelah diberhentikan masih menerima pensiun dari TNI. Jadi bisa ditafsirkan diberhentikan DENGAN HORMAT. Tidak dicopot pangkat Letnan Jenderal nya. Karena itu Jokowi masih bisa menaikkan pangkat nya menjadi Jenderal bintang 4 sebelum Jokowi berhenti menjadi presiden. Prabowo dipecat karena konon dituduh Wiranto hendak MAKAR. Suharto memanggil Prabowo ke Cendana lalu MEMECAT Prabowo dari posisi sebagai MENANTU mantan Presiden. Konon Titiek menangis tersedu. Prabowo diadili oleh semacam Dewan Etik yang dipimpin para Jendral top saat itu termasuk SBY dan Wiranto. Prabowo memang terkenal suka melawan atasan karena posisinya sebagai menantu presiden. Sebuah rahasia umum yang membuat mangkel para atasannya. Demikian gosip yang beredar. Prabowo merasa difitnah Wiranto. Text limit.

Wilwa

@L1301. Kemungkinan besar tidak ada rahasia besar.:) PS, MSP, dll ketum partai besar tentunya sudah belajar dari kasus SBY disadap Australia. :) Mereka semua bisa jadi saling sadap. Kita aja yang tidak tahu. Mereka semua tidak selugu itu menggunakan handphone untuk membicarakan rahasia besar. Atau membicarakan strategi politik di handphone. Mereka pakai handphone sebatas untuk memanggil bawahan mereka bertemu 4 mata. Dan hp bawahan pasti diminta tidak dibawa masuk ke ruangan meeting. Dan diperiksa apakah bawahan memakai alat penyadap. Ini mestinya menjadi SOP intel atau security para ketum parpol. Kita aja yang mungkin lugu bin naif menyangka para politisi kelas paus ini memakai handphone secara SEMBRONO. Mereka mestinya super WASPADA sehingga hampir tak pernah memakai handphone.:)

Lagarenze 1301

Kira-kira, hasil sadapan selama dua tahun terhadap Presiden RI dan para pejabat tinggi negara, pengusaha, pimpinan media, LSM, dan lainnya disimpan di mana?

Jenderal Listyo memerintahkan penghapusan data di Lawful Interception Management System (LIMS) pada awal Oktober. 

Tentu setelah dia diganti dari jabatan Kapolri, dan sudah merasa-rasa ada yang salah sampai-sampai proses pergantian Kapolri dilakukan secepat kilat.

Mungkin saat itu Listyo sudah sadar kegiatan ilegalnya ketahuan dan menjadi salah satu faktor dia diganti mendadak.

Nah, logika sederhananya, Listyo yang jenderal bintang empat tentu tidak bodoh. Pasti dia sudah menyiapkan jalan keluarnya.

Hasil sadapan tentu tidak mengendap begitu saja di LIMS. Ada yang sudah diambil, disimpan, diamankan.

Pertanyaan berikutnya, kira-kira apa saja hasil sadapan itu? Ada nggak rahasia besar yang disadap? Yang bisa menggoncang negeri ini?

Kalau ada, Listyo bisa menjadikannya bom dahsyat. 

Tangkaplah daku, kau kubongkar.

Kura-kura begitu.

Ud Wijaya

DISWAY belum menulis wafatnya: KH Syaifullah Arif Billah. Singa Putih

Wilwa

Today Joke.

Seorang polisi menginterogasi seorang petani.

“Apakah Bapak yang mengubur anggota DPRD ini setelah kecelakaan lalu lintas di depan ladang Bapak?”

“Betul, pak Polisi.”

“Memang saat itu korban sudah tak bernyawa?”

“Waktu mau saya kubur, korban teriak-teriak,’Saya masih hidup, saya masih hidup!’ Tapi pak Polisi khan tahu politikus itu tukang BOHONG! Jadi ya tetap saya kubur saja!” :):):)

kukak_papam

Yang lucu dan menggelikan tidak harus dagelan.

Makanya, anda sudah tahu bahwa grup lawak Srimulat bubar, gara2 kadang kalah lucu dengan ulang dan atau celotehan para2 dan mantan pejabat.

Pun di sidang kemarin, Jokowi bukan hanya membawa berkas yang di akuinya sebagai ijasah aseli.

Sebelum2nya dia bilang ijasah dibawa polisi.

Katanya pernah kuliah di UGM, fibtsnya mata kuliah yang disukai, tidak menjawab sesuai pertanyaan.

Diminta sebutkan 3 tenan semasa kuliah, jawabannya lupa.

Ini bukan hanya lucu, tapi konyol.

Bahkan Gepeng, Asmuni, Bandempo, Tesi Hartati wahyuni riwayati pun tidak bisa bikin lelucon konyol di ruang persidangan resmi.

Maka kesimpulan nya Srimulat kalah lucu.

kukak_papam

Anda sudah tahu, ada kalimat yang sangat terkenal :, "tidak ada kejahatan yang sempurna".

Ada saja hal2 yang membuat kejahatannyaudah teriangkap.

Penyuka novel detektif, spionasi Agatha Christy, Sherlock Holmus, Hercules poirot sejatinya menikmati para tokoh ini meneliti ketidak sempurnaan tiap kejahatan yang terjadi dalam kisah novelnya.

Pun ini terjadi juga dalam drama penyadapan kemarin.

Patut dapat diduga hasil sadapan akan di serahkan pada Genk anu, lhawong dari daftar nomor2 yang disadap tak satupun nomer dari geng anu.

yea aina

Jangan-jangan skandal sadap ini perlu dibuka ke publik, sebagai pengalihan isu. 

Dari ekonomi yang makin mencekik, beralih saling cekik para "penguasa".

Dari persyaratan pencalonan yang ilegal, beralih saling membuka aib lawan, yang dulu berkawan.

Dari zona nyaman bancakan konsesi SDA, beralih dikuyo-kuyo denda akibat berbagai pelanggaran.

Jangan-jangan perlawanan pihak yang merasa dirugikan akan berkepanjangan. Penangkapan dibalas sabotase. Yang kepepet akan menjalankan strategi "bumi hangus". Tiji tibeh.

Pas urip gak eling liyan, saiki nyeret liyane. Kok nyimut. 

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TRANSISI SMA N 5 – SMPP 10 – SMA N 5 (Baru) – SMA N 8 (Baru)..

Saya punya pengalaman menarik ketika bersekolah di SMA Negeri 5 Yogya.

Saat kelas 1 dan 2, kami menumpang di gedung SMA Bopkri 1, kawasan Kotabaru. Ketika naik kelas 3, kami pindah ke gedung Muja Muju. Gedung Kotabaru dikembalikan sepenuhnya kepada SMA Bopkri 1.

Saat itu, SMA Negeri 5 mendapat tugas pemerintah mengelola SMPP 10 Yogya. Kalau ingatan saya benar, siswa kelas 2 ikut pindah ke Muja Muju, sedangkan siswa kelas 1 sudah tercatat sebagai siswa SMPP 10.

Dua tahun kemudian, seluruh siswa di gedung tersebut sudah berstatus siswa SMPP 10.

Dua tahun berikutnya, SMA Negeri 5 dihidupkan kembali di lokasi baru, Kotagede. 

Dan sekian tahun kemudian, akhirnya SMPP 10 juga dibubarkan.

Sedangkan gedung Muja Muju kemudian digunakan SMA Negeri 8 Yogya.

Jadi, transisinya: 

1) SMA N 5 (Kotabaru).

2) SMPP 10 (Muja Muju), tapi di tahun pertama, kelas 2 dan 3 SMA N 5 numpang.

3) SMA N 5 (Kotagede).

4) SMA N 8 (Muja Muju) - tapi 2 tahun terakhir masih ada siswa klas 2 dan 3 SMPP 10.

Pengalaman ini mungkin bisa menjadi perspektif tambahan dalam memahami polemik riwayat pendidikan Pak Jokowi.

Bisa jadi, masa transisi kelembagaan dan administrasi sekolah perlu ikut dicermati.

###

Menariknya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga alumni SMPP 10 Yogyakarta di Muja Muju ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KATA ORANG KECIL..

"Gak enak ya, jadi orang BESAR.."

"Apa gak enaknya?".

"Saat jatuh, bisa merasa terbanting. Dan pecah berkeping-keping"..

"Mereka salah sih.."

"Apa salahnya?"

"Salahnya, saat masih BESAR, mereka tidak mempersiapkan EXIT STRATEGY"..

"Apa itu?"

"Exit strategy adalah rencana atau strategi untuk keluar dari suatu kegiatan, jabatan, bisnis, investasi, atau situasi tertentu secara terencana, terukur, dan dengan risiko seminimal mungkin. Tujuannya memastikan proses pengakhiran atau peralihan berlangsung lancar dan tidak menimbulkan masalah baru".

"Kok pintar kamu.."

"Siap-siap. Sapa tau 10 tahun lagi jadi orang BESAR. Tapi yang baik, dan berintegritas"..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PESEN SIMBAH..

Pada masa di HP banjir informasi, kita harus selalu ingat pesan Eyang Kung maupun Tri..

1) Eling.

2) Waspodo.

3) Ojo gumunan 

4) Ojo kagetan.

5) Kudu niteni.

Itulah beberapa pitutur Jawa yang rasanya semakin relevan di era digital.

Jangan mudah percaya hanya karena yang berbicara seorang ahli, pejabat, atau influencer.

Sebaliknya, jangan pula otomatis percaya hanya karena informasi datang dari institusi resmi.

Tetap gunakan akal sehat. Periksa bukti. Dengarkan berbagai sumber.

Sebab, "sing bener durung mesthi pener" lan "sing rame durung mesthi bener".

###

Yangkung..

Ulik Kopi

Akhirnya bisa tidur nyenyak. Ternyata tidak pemeriksaan dan persidangan atas jenderal polisi. Adanya atas mantan jenderal, karena sudah dipecat sebelumnya di sidang etik internal.

Susah diselami kejiwaannya. Lima tahun jadi TB1, lalu dipecat jadi polisi. 

Di usia yang sudah tidak muda, harus merasakan harga diri yang terluka.

Dia harus mencari makna baru bagi hidupnya di luar yang dijalani selama ini. Persoalan karir sudah ditinggal jauh-jauh. Tinggal masalah eksistensial, tanpa apa-apa, sekarang dia itu siapa?

Tapi kalau ia bisa menjawab itu dia bisa menjadi kuat kembali.

Mungkin itu yang terjadi pada Sambo, yang bisa meraih memperoleh dua gelar master dari penjara. Dua-duanya di bidang teologi. Lewati soal 'lho kok bisa' nya. Juga bahwa Sambo ditahannya di penjara Cibinong yang baru saja heboh soal fasilitas mewah itu. Tapi pada hidup yang terus berlanjut bagi Sambo.

Bagaimana LSP nanti, apa akan sekuat Sambo? Dengan tempat jatuhnya lebih tinggi dan lebih prestis? Bisa saja.

Slamet Sejati

Level teman ala Pak Dahlan :

I. Cuma ngerepoti (protes/komplain) tanpa imbal balik : Perusuh.

II. Sama-Sama dapat imbal balik : teman bisnis.

III. Saya gak ngasih apa-apa tapi saya sering dapat gratisan : sahabat.

Jadi sekarang Anda punya gambaran, jika Pak Dahlah menyebut salah satunya.

Murid SD Inpres

SAYA BELUM SELESAI!

Hukum tidak tertulis di dunia pertemanan / perkawanan / persahabatan: hormati sosok yang dihormati oleh orang yang engkau kagumi.

Anda, Dahlan Iskan, mengagumi Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto menghormati Joko Widodo.

Maka secara logika normal dan waras, mestinya Anda bersikap hati-hati setiap kali mengemukakan statement terhadap Joko Widodo.

Itu logika normal dan warasnya. Dan saya belum menyebut sisi empati perasaan. 

Prabowo menghormati Jokowi. Coba Anda, silakan sindir Jokowi di hadapan muka Prabowo, Anda akan berani melakukan itu? Serius?

Saya mempertanyakan integritas sikap Anda. 

Aneh gitu.

Sangat aneh. 

Baru kali ini saya nemu sosok seperti Anda.

Contoh sederhana. Saya kurang simpatik dengan Prof. Quraish Shihab, dan saya kagum kepada KH. Mustofa Bisri. 

Ternyata, KH. Mustofa Bisri sangat karib dengan Prof. Quraish Shihab. Apa yang saya lakukan? Saya turunkan level ke-kurang-simpatik-an saya terhadap Prof. Quraish Shihab, karena Prof. Quraish Shihab ternyata dihormati KH. Mustofa Bisri yang saya kagumi.

Nah, Anda beda. Saya heran. Entah perjalanan hidup seperti apa yang membentuk karakter seperti Anda. Bagi saya, Anda seperti orang yang tidak paham bagaimana cara berteman. 

Prabowo menghormati Jokowi, lho. Maka secara logika pertemanan, jika Anda mengagumi Prabowo sungguh-sungguh, ya Anda mesti hormati sosok yang dihormati Prabowo.

Apa Anda tidak ngerti cara berteman???

Liam Then

pikir-pikir, jika ada aturan komisi dari pengungkapan dan pelaporan kasus korupsi. Alat sadap ini bisa jadi alat yang luar biasa ampuh bagi kepolisian untuk meraup dana operasional dan bikin Indonesia bersih dari oknum pelaku korupsi. 

Tapi kelihatannya,dari banyak isu yang beredar,ternyata bukan itu kegunaannya. 

Saya sedang kilas balik, kira-kira sejak pemilu 1999, kapan Indonesia ada masuk gigi 3, 4 ,5 atau 6 pembangunan, tanpa hituk pikuk kekuasaan? Apakah di zaman Pak SBY,Jokowi, atau Pak Prabowo sekarang? Zaman Ibu Mega, tak perlu disebut, karena itu merupakan cermin yang sangat jernih dari rusuh perebutan kekuasaan. 

Negara sebesar Indonesia, yang bentangnya selebar benua Eropa, itu perlu DIBANGUN, alih -alih pengangkangan kekuasaan. 

Dari sejarah banyak negara yang mampu keluar menjadi negara makmur. Energi utama di negara tersebut, selalu cirinya sama fokus utamanya : pembangunan, bukan kekuasaan. 

Yang terjadi di Indonesia, sebenarnya sungguh buruk, kekuasaan digunakan untuk membangun kekuasaan, bukan negara. 

Akibatnya setiap pemilu usai, yang terjadi adalah reformasi kekuasaan, bukan kontinuitas pembangunan.

Rakyat... tersingkir di pojokan, menjadi penonton keriuhan. 

Juve Zhang

Sekarang ini seperti zaman VOC ....kata pak Gubernur Yogyakarta....semua dipajaki..yg sudah hidup mapan kaya pak Gubernur saja bisa melihat kelemahan pemerintah sekarang....tapi kata Yunanto yg ngobrol sama Raja Gareng...Raja emang gak tahu keluhan rakyat....hidup dalam dunia nya sendiri....kira kira itu yg saya tangkap karena Raja ajak pak Yun gabung pemerintahan nya ..pak Yun menolak halus....mirip konon pak Anis Baswedan diajak jadi Menlu menolak juga.... mungkin yang mau kalau diajak gabung hanya pak Liam Then... Wkwk...pak Gub kurang keterangan nya sekarang zaman VOC hitam ...dulu kan VOC putih ...hanya beda warna kulit susah nya 11/12....rakyat meraba dompet pipis terus menerus.... Amsiong.

thamrindahlan

Sembrono berujung ceroboh. Dikejar ketersediaan sehingga lupa ke hati harian. Maka terjadilah mala petaka yang tidak terduga. Betul ungkapan disway beberapa hari lalu terkait bahaya batu kerikil. Jangan dianggap enteng justru dialah yang menjatuhkan.

Ceroboh dan sembrono berkerlindan di negeri ini. Kini sudah tiba di fase semifinal. Tak lama lagi final ketika terkuak semua penyebab malapetaka. Indonesia Raya berkibar kembali setelah bersih bersih. 

Salamsalaman

Leong Putu

Ini ndak serius.

Prihal Pak Bos masuk salah satu daftar orang² yang ikut disadap.

Saya yakin bukan karena pandangan politik Pak Bos. Atau karena Pak Bos antek-antek aseng.

Tapi mungkin karena si tukang sadap juga pembaca setia CHD. Di sini dia sering baca bahwa Pak Bos sering dikompori untuk mindo.

Naaah lalu terbesitlah keinginan untuk mengikuti perkembangannya melalui HP Pak Bos. Mungkin pikirnya, siapa tahu Pak Bos benar2 terpancing. Lalu tik-tokan dengan Ai 5i atau 7i. Hasil sadapan bisa digunakan untuk sekadar mencari uang "jajan" setiap hari dengan berkata :"jangkrik, Bos".

Wkwk

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. 

Semborno adalah anak kandung kebiasaan.(Dahlan Iskan) 

Sepertinya Abah DI mengutip maksud dari istilah bahasa Chinese : 粗心大意是習慣的產物 (cūxīn dàyì shì xíguàn de chǎnwù) yang berarti "kelalaian adalah hasil dari kebiasaan". 

Supaya tidak terlihat kutip-mengutip dan supaya tampil beda..... maka Abah DI menggunakan istilah yang kerén "anak kandung"..... emang siapa gitu yang menghamilinya ?? wkwkwkwkwk..... 

Juga, sembrono menjadi semborno..... sepertinya disengaja supaya mirip-mirip dengan nama sang anak kandung itu ya..... wkwkwkwkwk.....

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 7

  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol