6 Kampus Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Alarm Keras Bagi Dunia Pendidikan!

Selasa 21-04-2026,21:07 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

Lantas, lingkungan kampus Indonesia mana yang mengalami darurat kasus pelecehan seksual? Berikut Disway.id telah merangkumnya dari beberapa sumber.

6 Kampus Indonesia Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual

Ini dia beberapa kampus di Indonesia yang mengalami darurat kasus pelecehan seksual, di antaranya:

BACA JUGA:Eks Dosen UBL Laporkan Balik Mahasiswi Terduga Korban Pelecehan Seksual

1. Universitas Indonesia

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh 16 mahasiswa FH UI masih terus mendapat atensi publik.

Diduga, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap 20 mahasiswa perempuan serta 7 dosen di fakultas yang sama.

Pelecehan tersebut dilakukan dalam berbentuk verbal.

Pelaku melakukan sebuah percakapan dengan nada seksual di dalam grup internal platform perpesanan.

Kemudian, percakapan tersebut bocor dan tersebar di media sosial X lewat akun @sampahfhui pada Sabtu, 11 April 2026.

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual UI telah memeriksa para terduga pelaku pada tanggal 13 April 2026 lalu.

Atas kasus ini, pihak universitas telah menonaktifkan status 16 mahasiswa FH UI yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual.

BACA JUGA:UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

2. Universitas Padjajaran

Selanjutnya, dugaan kasus pelecehan yang dilakukan civitas akademika kampus terulang, termasuk Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad).

Semua ini bermula ketika sang Guru Besar Unpad mengirim Direct Message (DM) dengan meminta sang mahasiswi untuk mengirim foto dirinya memakai bikini atau baju renang.

Kasus ini pun langsung ditanggapi oleh Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita.

Pihak kampus langsung memutuskan untuk menonaktifkan guru besar yang baru dilantik itu.

“Menyikapi berbagai pemberitaan mengenai terjadinya kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan rasa prihatin dan penyesalan yang mendalam atas kejadian tersebut. Kejadian ini tentu saja merupakan hal yang tidak dapat kita toleransi. Universitas mengambil sikap tegas untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus,” ujar Rektor lewat video.

Kategori :