Menurut dia, rasa tersebut telah disesuaikan dengan lidah konsumen Indonesia tanpa menghilangkan karakter utama hidangan.
“Sudah dilokalin lah untuk rasanya,” ujarnya.
BACA JUGA:Mengenal Natto, Makanan Jepang yang Viral di Tiktok dan Punya Aroma Menyengat, Begini Cara Makannya
Inspirasi menu tersebut berasal dari pengalamannya mencicipi tomato sukiyaki di Singapura.
Ia menyebut restoran Kuroya sebagai salah satu referensi yang dikenalnya.
“Saya coba di Singapura. Dia menurut saya pelopor,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsep tersebut dikembangkan sendiri untuk Gokuniku.
Bahkan, menurutnya, hidangan serupa tidak menjadi menu yang umum ditemukan di Jepang.
“Karena di Jepang sendiri pun enggak ada. Ada tapi dikit lah, enggak favorit,” katanya.
BACA JUGA:Festival Kuliner Serpong 2026 Resmi Digelar, Ada Ratusan Kuliner Autentik dari Sumatera
Bukan Sekadar Menu, Gokuniku Tawarkan Private Room
Selain menu, Gokuniku juga mengandalkan konsep ruang privat sebagai salah satu daya tarik.
Restoran tersebut memiliki sejumlah VIP room yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk berkumpul bersama keluarga, teman, hingga pertemuan perusahaan.
“Kita punya konsep tuh lebih pengin VIP banyak, bisa karaoke. Terus kita di lantai empat juga ada ruangan besar untuk corporate meeting segala macam,” ujarnya.
Menurut pemilik Gokuniku, konsep tersebut dipilih karena masyarakat Indonesia semakin menyukai pengalaman bersantap yang lebih privat.
“Karena sekarang orang-orang Indonesia suka banget sama private-private ruangan ini,” katanya.