Untuk pilihan set menu, Gokuniku menawarkan harga mulai kisaran Rp368 ribu hingga Rp388 ribu, tergantung pilihan yang tersedia.
Dalam satu set, konsumen mendapatkan daging sekitar 120 gram, sayuran, nasi dan komponen pendamping lainnya.
“Daging itu enggak banyak kok, 120 gram. Cukup buat satu orang makan lah, sama sayur sama nasi,” katanya.
Sementara untuk pilihan premium, harga dapat mencapai sekitar Rp1 juta per set.
Meski menawarkan pilihan daging premium, pemilik Gokuniku mengatakan restoran tetap ingin memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati hidangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama pada jam makan siang.
BACA JUGA:Buruan Cek! 6 Promo Kemerdekaan Diskonesia untuk Kuliner, Fashion, Liburan hingga Gadget
Menargetkan Konsumen Lokal
Gokuniku tidak hanya menyasar ekspatriat maupun warga Jepang yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Konsumen lokal justru menjadi target utama.
Pemilik Gokuniku memperkirakan komposisi pengunjung saat ini sekitar 80 persen konsumen lokal, 10 persen warga Jepang dan 10 persen wisatawan.
“Lokalnya 80 persen, Jepang 10 persen, turisnya 10 persen,” ujarnya.
Karena mayoritas pasar merupakan konsumen lokal, karakter rasa spicy tomato sukiyaki pun dibuat agar lebih mudah diterima lidah Indonesia.
“Kalau turis kayaknya kalau ke makan, ke Indonesia enggak makan Jepang ya,” katanya sambil tertawa.
Selain makanan, Gokuniku juga menyediakan minuman berupa koktail dengan konsep ala Jepang.
Sudah Beroperasi Sebelum Grand Opening
Meski baru melakukan grand opening, Gokuniku sebenarnya telah beroperasi sejak Lebaran.
Pemilik Gokuniku mengatakan, keputusan melakukan grand opening baru dilakukan setelah restoran berjalan dan melihat respons konsumen.
“Kalau kita buka dari Lebaran,” ujarnya.